Pakai GPS Saat Berkendara Terancam Kurungan 3 Bulan dan Denda Rp 450.000 !

0
152
Copyright©tribunnews

Polisi Tegaskan, Larangan Pakai GPS Saat Berkendara Terancam Denda Rp 450.000 !

Indowarta.com – Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Herman Ruswandi yang mengatakan, pengemudi yang terbukti menggunakan global positioning system (GPS) ketika berkendara dapat dipidana tiga bulan penjara dan didenda Rp 750.000.

Bagi pengendara yang tertangkap sedang menggunakan GPS saat patroli polisi (ketahuan pakai GPS saat polisi berpatroli), bisa dikurung dan dikenakan denda berdasarkan Pasal 106 Ayat 1 dan Pasal 283 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009,” kata Herman saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (8/2/2019).

Lihat Juga : Viral, Pengendara Motor di BSD Saat Ditilang Polisi Ngamuk, Justru Rusak Motor !

Dimana larangan tentang penggunakan GPS ketika berkendara yang sudah diatur dalam Pasal 106 Ayat 1 dan Pasal 283 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkuran Jalan (LLAJ). Dimana aturan itu yang menyebutkan setiap orang yang mengemudi kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudi dengan wajar dan konsentrasi.

Copyright©kompas

Lepas dari itu, Pasal 283 yang mengatakan setiap orang yang diketahui telah melanggar Pasal 106 Ayat 1 bisa dikenakan pidana yakni dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 750.000.

“Penindakan itu sudah diterapkan sejak undang-undang itu ada yaitu tahun 2009. Harusnya sudah ada penindakan kalau ditemukan yang pakai GPS karena, kan, sudah lama undang-undang itu berlaku,” ujarnya.

Dimana, Mahkamah Konstitusi yang menolak atas permohonan komunitas Toyota Soluna soal larangan penggunaan GPS ketika berkendara pada 30 Januari 2019. Adapun MK yang memiliki alasan dalam UU LLAJ yang sudah dijelaskan mengenai peraturan mengemudi dengan wajar, walaupun disadari jika materi muatannya yang terbilang sederhana dan belum dapat menjangkau semua aspek

Lihat Juga : Penunggak Pajak Mobil Mewah Pakai Alamat Palsu, Begini Kata Polisi !

Soal perilaku berkendara yang tak tertib, yakni termasuk penggunaan GPS. MK yang paham betul penggunaan GPS yang dinilai dapat membantu pengemudi untuk mencapai tempat tujuan. Diketahui bahwa penggunaan GPS yang dapat merusak konsentrasi pengendara lantaran pengemudi melakukan dua aktivitas bersamaan.

Frasa yang penuh dengan konsentrasi itu yang bertujuan untuk melindungi kepentingan umum yang luas akibat perilaku pengemudi yang mana konsentrasi mengemudinya terganggu. Tetapi, penggunaan GPS dapat dibenarkan apabila secara tidak langsung tidak mengganggu konsentrasi. Oleh sebab itu, penindakannya

Dikembalikan lagi kepada petugas jika menemukan tindakan pengendara yang tak fokus dan mengganggu keselamatan pengguna jalan yang lain.

Lihat Juga : Polisi Ringkus Pelaku Penipuan Tawarkan Pinjaman & Lunas Jika Jokowi Menang Pilpres !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here