Jadi Tersangka, Slamet Maarif Merasa Diberlakukan Tak Adil oleh Penegak Hukum !

0
444
Copyright©cnnindonesia

Slamet Maarif jadi Tersangka, Ia Mengaku Kecewa Lantaran Penegak Hukum Dinilai Tak Adil !

Indowarta.com – Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), Slamet Maarif yang diketahuit elah memberi tanggapan terkait perkara kasusnya di Polres Surakarta. Sekedar diketahui, bahwa Slamet yang sebagai juru bicara Front Pembela Islam (FPI) yang telah menjadi tersangka atas kasus pelanggaran jadwal kampanye di Pemilu 2019 oleh Polres Surakarta, Jawa Tengah.

Ikuti Juga : Inikah Dilema Prabowo? Dirangkul 212, Ditinggal Moderat !

“Memilukan dan memalukan hukum di Indonesia,” kata Slamet Maarif kepada CNNIndonesia.com melalui aplikasi pesan WhatsApp, Senin (11/2).

Aksi 299
Copyright©netralnews

Adapun Slamet Maarif yang menilai dirinya diperlakukan tidak adil oleh penegak hukum. Dari pandangannya, dirinya yang telah ditetapkan sebagai tersangka yakni sebagai gambaran bahwa ketidakadilan hukum yang disuguhkan secara gamblang di negeri ini.

“Saya khawatir kepercayaan rakyat kepada penegak hukum dan penyelenggara pemilu akan hilang,” ujarnya.

Mengenai jadwal pemeriksaan polisi yang bakal dilakukan pada Rabu (13/2), Slamet Maarif yang hingga kini belum menjawab secara pasti terkait rencana kehadirannya. Slamet Maarif yang lantas mengaku jika dirinya bakal terlebih dulu untuk berdiskusi dengan tim pengacaranya.

“Saat ini saya masih di Sumatera Barat,” ucapnya.

Ikuti Juga : Prabowo-Sandi Ingin Jadikan Indonesia Sebagai Pusat Wisata Halal Dunia !

Dikabarkan sebelumnya, bahwa Kapolres Surakarta Kombes Ribut Hari Wibowo yang turut membenarkan soal Slamet telah ditetapkan jadi tersangka. Yakni melalui surat panggilan bernomor S.Pgl/48/II/2019/Reskrim yang diterima oleh CNNIndonesia.com, dimana Slamet Maarif yang dipanggil sebagai tersangka lantaran kasus

pelanggaran pasal 280 ayat (1) huruf a, b, d, e, f, g, h, i, j. Yakni, tentang kampanye di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota. Sehingga Slamet Maarif yang terancama dengan hukuman pidana maksimal satu tahun dan denda maksimal Rp12 juta (pasal 492 UU Pemilu), atau penjara dua tahun dan denda paling banyak Rp24 juta (pasal 521 UU Pemilu).

Hal tersebut yang terjadi dengan adanya orasi Slamet dalam acara Tabligh Akbar PA 212 Solo Raya, di Jalan Slamet Riyadi, depan kantor BCA KCU Solo-Slamet Riyadi, Gladak, Pasar Kliwon, Surakarta, pada Minggu (13/1) pukul 06.30-10.30 WIB.

Ikuti Juga : Soal Aksi Massa Kawal Amien Rais, Nusron Sebut Tradisi yang Buruk !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here