Penganiayaan Tewaskan Junior Akpol, 13 Taruna Diberhentikan !

0
319
Copyright©cnnindonesia

Tersangkut Kasus Penganiayaan Junior di Akpol, 13 Taruna Diberhentikan Tidak Hormat !

Indowarta.com – Lembaga Pendidikan dan Latihan (Lemdiklat) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang diketahui telah memberhentikan 13 taruna setelah kedapat terbukti terlibat atas kasus penganiayaan yang menewaskan taruna tingkat II, yakni Muhammad Adam pada 18 Mei 2017 silam. Dimana Kepala Lemdiklat Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto

Lihat Juga : Penganiayaan 2 Pegawai KPK Tergolong Katergori Merintangi Penyidikan Korupsi !

Yang mengatakan kasus penganiayaan itu yang dinilai terkatung-katung hampir dua tahun lamanya. Adapun Lemdiklat yang lantas mengadakan sidang Dewan Akademik (Wanak) Akpol yakni pada Senin (11/2/2019), dimana yang salah satu agendanya yakni dengan memutuskan nasib kepada 13 orang taruna itu.

Copyright©tempo

“Sidang Wanak memang harus segera memutuskan dengan seadil-adilnya berdasarkan peraturan yang ada karena permasalahan ini sudah berjalan lama,” kata Arief dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (13/2).

Sidang Wanak yang diadakan dengan tertutup tersebut berlokasi di Kompleks Akpol. Dimana sidang itu yang digelar usai rilis putusan kasasi oleh Mahkamah Agung (MA) yang dengan resmi menyatakan bahwa 13 taruna itu yang terbukti bersalah yakni telah melakukan tindakan pidana. Sidang Wanak  yang dipimpin oleh Gubernur Akpol Inspektur Jenderal (Irjen) Rycko Amelza Dahniel

Lihat Juga : Kronologi Penganiayaan Ratna Sarumpaet versi Wakil Ketua Timses Prabowo-Sandi !

Yang turut dihadiri oleh Kalemdiklat Komjen Arief Sulistyanto dan beberapa pihak terkait. Berdasarkan dari sidang ini telah diputuskan mengenai 13 taruna itu yang akhirnya dikenakan sanksi terberat yaitu pemberhentian dengan tidak hormat (PDTH) atau pemberhentian. Diketahui bahwa 13 taruna itu yakni, GCM, MB, GJN, RLW, RAP dan JEDP. Kemudian ada PDS, IZPR, AKU, CAEW, EA, RK dan HA.

Disini, Arief yang mengatakan, sebetulnya dalam kasus ini terdapat 14 taruna yang telah terbukti bersalah. Tetapi, pelaku utama yang berinisial CAS sudah lebih dulu menjalani sidang Wanak yang diadakan pada Juli 2018 lalu. Arief yang kembali mengingatkan kepada semua taruna untuk menghentikan budaya kekerasan oleh senior kepada juniornya.

“Jangan memukul dan melakukan kekerasan sejak hari ini. Tradisi kekerasan senior terhadap yunior adalah perilaku yang harus dihilangkan,” tutur Arief.

Lihat Juga : Penampakan Pelaku Penganiayaan Pimpinan Ponpes Al Hidayah Cicalengka!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here