Polisi Bongkar Pelaku Order Fiktif Ojek “Online”, Keuntungan Capai Rp10 Juta Per Hari !

0
237
Copyright©kompas

Order Fiktif Ojek “Online”, Pelaku Raup Untung Rp 10 Juta Per Hari !

Indowarta.com – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono yang mengatakan, terdapat empat tersangka order fiktif Go-Jek yang diketahui berinisial RP (30), CA (20), RW (24), dan KA (21) yang telah melakukan aksinya sejak November 2018. Dimana masing-masing tersangka yang mempunyai 15-30 akun sehingga dapat melakukan transaksi perjalanan sampai dengan 24 kali dalam satu hari.

Lanjut Baca : Terungkap, Kisah Pengemudi Go-Jek soal Demo Ojek Online yang Ditunggangi oleh Kepentingan Politik !

Dimana dalam 24 kali perjalanan tersebut, dari satu akun dapat meraup keuntungan sebesar Rp 350.000. yang mana dari masing-masing tersangka dapat meraup keuntungan mencapai Rp 10 juta per hari.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Polisi berhasil Tangkap Sopir Angkot yang Tabrak Ojek Online di Tangerang!
Copyright©kompas

Satu orang itu mempunyai beberapa akun (Go-Jek), ada yang punya 15 akun, 20 akun, dan 30 akun. Kalau total satu orang bisa mendapatkan Rp 7 juta-10 juta menggunakan satu akun,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (13/2/2019).

Disini Argo yang mengatakan, tersangka diketahui melakukan order fiktif tersebut menggunakan telepon genggam dalam satu rumah. Dimana telepon genggam itu yang telah diinstal software yang khusus dapat membuat seolah-olah telah terjadi transaksi antara penumpang dengan pengendara ojek online.

Lanjut Baca : Viral Driver Go-Jek Nonton Konser Guns N Roses Gratis, Begini Ceritanya !

Seseorang (yang instal software) masih kami cari, belum ditemukan. Dia yang mengutak-atik dan menambah software itu sehingga tersangka bisa mengibuli seolah-olah ada transaksi (perjalanan),” ujarnya.

WAJIB BACA :  Berita Hari Ini : Naas, Perempuan Ini Harus Jadi Korban Kecelakaan Gojek Vs Truk Di Pancoran

Atas perbuatannya itu, keempat tersangka yang dijerat dengan Pasal 35 jo Pasal 51 Ayat (1), Pasal 33 jo Pasal 49 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) yakni dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun penjara. Adapun sebelumnya, Polda Metro Jaya yang telah menyeret empat tersangka

Kasus order fiktif transportasi online, di Jelambar, Jakarta Barat, Selasa (12/2/2019). Dimana pengungkapan kasus order fiktif tersebut yang berdasarkan salah satu perusahaan transportasi online di Indonesia, yakni Go-Jek. dengan terbongkarnya kasus ini, diharapkan tidak akan ada lagi pelaku order fikfit yang dinilai sangat merugikan perusahaan.

Lanjut Baca : Viral, Perempuan Terobos Apron Bandara Akibat Ketinggalan Pesawat !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here