Saat Ditanya dengan istilah Unicorn Prabowo Sempat Bingung, BPN Bereaksi !

0
2145
Copyright©antara

Prabowo Sempat Bingung dengan Istilah ‘Unicorn’, Begini Tanggapan BPN !

Indowarta.com – Juru bicara Badan Pemenangan Nasional dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Muhammad Kholid yang memberikan keterangan mengenai kenapa capres nomor urut 02 tersebut sempat bingung saat mendengar istrilah “unicorn” yang sempat ditanyakan oleh capresn petahana, Joko Widodo.

Lanjut Baca : Ketika Prabowo Tanya soal Impor Pangan, Ini Jawaban Jokowi !

Dari penuturan Kholid, Prabowo yang memang tidak familiar dengan istrilah ‘unicorn’. Terlebih, tambah Kholid, tak semua orang yang langsung paham secara langsung saat mendengar istilah ‘unicorn’.

Copyright©antara

“Kalau dengan istilah start up dan industri digital Beliau familiar kok. Cuma mungkin bahasa ‘unicorn’ ini kan Beliau tidak mengikuti lebih jauh,” kata Kholid usai mengikuti dialog Millennials Memilih di kantorIDN Times pada Minggu (17/2).

WAJIB BACA :  Kriteria Cawapres Paling Cocok Untuk Dampingi Jokowi!

Ia mengatakan, terkait isu industri digital dan start up yang telah ada dalam buku putih Indonesia Menang. Hanya saja, Fokus mantan Danjen Kopassus tersebut yang lebih kepada data penduduk Indonesia yang diserap oleh perusahaan start up tersebut agar tidak jatuh ke pihak asing. Terlebih, malah perusahaan start up

Lanjut Baca : Diungkap Jokowi, Prabowo Akui Punya Lahan Ratusan Ribu Hektare di Kalimantan & Aceh !

Lokal yang dapat berkembang serta menjadi unicorn gara-gara mendapat kucuran dana investasi dari luar negeri. Lantas, bagaimana solusi yang ditawarkan oleh kubu Prabowo supaya tetap dapat menjaga data masyarakat Indonesia selain itu juga dapat mendanai start up lokal ?

WAJIB BACA :  Ketika Prabowo dan Amien Rais Kompak Sebut Jokowi Pencitraan Bantu Rohingya!

Kholid yang menerangkan, di tim BPN sudah mulai membahas soal dana abadi. Dimana dana tersebut yang didapat dari APBN kemudian diinvestasikan kepada sektor-sektor strategis. Praktik yang sama, tambah Kholid juga sudah lebih dulu diterapkan di negara-negara maju misalnya Uni Emirat Arab.

Mereka menyisihkan sebagian dana APBN lalu diinvestasikan. Seperti sumber daya alam minyak misalnya, itu kan hak bagi generasi mendatang yang gak boleh dihabiskan. Jadi, diambil sebagian dananya dari APBN untuk digunakan sebagai endowment fund,” kata Kholid.

Lanjut Baca : Persiapan Debat Kedua Capres, Jokowi Mengaku Siap Bertarung Lawan Prabowo !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here