Bayar Uang Pengganti ke KPK, Setnov Jual Aset Hingga Pesawat ke Riza Chalid !

0
224
setnov
Copyright©CikalNews

Setnov Minta Riza Chalid Bayar Utang untuk Uang Pengganti KPK !

Indowarta.com – Terpidana kasus korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto yang mengatakan sudah menjual pesawat miliknya guna membayar hukuman uang pengganti yakni senilai USD 7,3 juta atau setara dengan Rp 96,4 miliar. Adapun jumlah tersebut yang mengikuti kurs ketika putusan yakni pada 24 April 2018 (1 USD = Rp 13.900).

Ikuti Juga : Terkait Sel Mewah Setnov, Pemerintah Dinilai Tak Serius Berantas Korupsi !

Diketahui pesawat pribadi tersebut, ungkap Setnov, yang ia jual kepada Riza Chalid. Tetapi sampai sekarang ia yang tak kunjung menerima uang hasil penjualannya tersebut.

Copyright©istimewa

“Saya berusaha untuk menjual aset-aset dan juga beberapa diantaranya dengan Riza Chalid yang mana sudah ada penjualan mengenai pesawat, (tapi) sampai sekarang belum dibayar, padahal untuk cicilan saya,” kata Setnov usai menjadi saksi dalam kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (19/2).

WAJIB BACA :  Hari Ini Golkar Umumkan Nama Ketua DPR Pengganti Setya Novanto!

Tak hanya menjual pesawat, namun Setnov juga masih turut mencari uang lain guna membayar utang pengganti itu, termasuk menagih utang kepada beberapa orang. Namun lagi-lagi penagihan utang tersebut yang juga tak dapat membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Soal pidana tambahan tersebut, Setnov yang diketahui

Ikuti Juga : Terkait Perda Syariah, Grace Natalie Tegaskan Pidatonya Berdasarkan Kajian Ilmiah !

Telah mengembalikan uang Rp 5 miliar saat dalam proses persidangan sebelumnya. Adapun KPK yang sudah menyita uang Rp 1,1 miliar, Rp 862 juta dan USD 100 ribu dari Setnov soal pengembalian uang pengganti tersebut.

KPK juga sudah menerima pembayaran uang pengganti dari penjualan aset Setnov di Jatiwaringin, Bekasi yakni sebesar Rp 6,4 miliar. Selain itu, Setnov juga berencana untuk menjual rumahnya di daerah Cipete, Jakarta Selatan. Sekedar diketahui, Setnov yang tengah mendekam di Lapas Sukamiskin, Bandung, usai divonis hakim dengan 15 tahun penjara.

WAJIB BACA :  Meskipun Menang di Praperadilan, Setya Novanto Harus Diganti?

Mantan Ketua Umum Golkar tersebut terjerat kasus mengintervensi proses penganggaran dan pengadaan proyek e-KTP Tahun Anggaran 2011-2013. Dimana Setnov yang menerima keuntungan sebesar USD 7,3 juta dan turut menguntungkan pihak lain dan korporasi.

Ikuti Juga : Penyebar Foto Syur Editan Grace Natalie Akhirnya Minta Maaf !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here