Jusuf Kalla Akui jika Dana Riset di Indonesia Masih Rendah !

0
170
Jusuf Kalla
Copyright©suratkabar

Jusuf Kalla Mengaku Dana Riset di Indonesia Terbilang Rendah !

Indowarta.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla yang tak menyangkal soal dana research and development (R&D) atau dana riset di Indonesia yang dinilai masih rendah apabila dibandingkan dengan negara-negara tentangga.

“Ya benar bahwa dari segi perbandingan, mungkin kita memang lebih rendah karena begitu banyak kebutuhan nasional kita,” kata pria yang akrab disapa JK ini di kantornya, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (19/2/2019).

Ikuti Juga : Terkait Ribuan Hektar Lahan Prabowo, Jusuf Kalla: Saya yang Kasih Itu !

Jusuf Kalla yang lantas menerangkan tentang anggaran itu yang masuk ke dalam anggaran pendidikan di sejumalh universitas dan lembaga, seperti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). JK yang lantas menilai pemanfaatan riset oleh pihak swasta yang masih dibutuhkan. Misalnya di Jepang dan Korea,

WAJIB BACA :  Ini Alasan Jokowi Tolak Pengunduran Diri Bupati Mandailing Natal !

Walaupun kedua negara tersebut punya lembaga riset namun mereka yang tetap melakukan kerjasama dengan pihak swasta.

“Jadi banyak hal yang bisa diperbaiki. Jadi bisa universitas atau lembaga riset memunculkan produk yang dapat diproduksi dengan baik atau perusahaan itu yang memulai kemudian dibantu oleh lembaga riset pemerintah. Jadi itu banyak yang terjadi seperti itu,” kata JK.

Dimana sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang menanggapi polemik anggaran riset dan Pengembangan atau research & development (R&D) di Indonesia. dimana Jokowi yang mengatakan, jika anggaran R&D sekarang ini yang mencapai Rp 26 triliun.

“Supaya kita semuanya tahu bahwa dana pengembangan dan riset kita ini sudah Rp 26 triliun,” ungkap Jokowi usai bertemu CEO Bukalapak.com, Achmad Zaky di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu 16 Februari 2019.

WAJIB BACA :  Ini Alasan Jokowi Tolak Pengunduran Diri Bupati Mandailing Natal !

Ikuti Juga : Ini Penilaian Jusuf Kalla kepada Jokowi dan Prabowo Subianto di Debat Kedua Capres 2019…

Dari pandangan Jokowi, anggaran R&D tersebut yang dinilai cukup besar. Tetapi, tak menutup kemungkinan anggaran tersebut dapat terus ditingkatkan.

“Ke depan kita ingin mengembangkan,” ujar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut yang lantas menerangkan, anggaran R&D yang telah menyasar kepada kementerian lembaga. Yakni dengan harapan, penggunaannya dapat tepat sasaran sehingga dapat memberikan dampak yang positif bagi pembangunan bangsa.

“Agar arahnya itu jelas. Tembakannya tepat, sehingga inovasi negara ini bisa muncul, muncul, muncul, muncul,” kata Jokowi.

Ikuti Juga : Jusuf Kalla: Golput Hak, Bukan sebagai Pelanggaran, Ini Alasannya !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here