Heboh Bumbu Cabai Kering Sudah Tewaskan 38 Anak di Jakarta, Ini Faktanya !

0
7263
Copyright©okezone

Bumbu Cabai Kering Terkontaminasi Tikus Tewaskan 38 Anak di Jakarta, Ini Faktanya !

Indowarta.com – Publik kembali digemparkan dengan kabar dari kesehatan. Dimana kali ini, kabar tersebut yang beredar melalui pesan berantai WhatsApp (WA) dan media sosial Facebook (FB) yang menyatakan jika didaerah DKI Jakarta dan Jawa Barat telah dilanda penyakit difteri. Melalui narasi informasi yang menyebutkan jika

Lihat Juga : Video Viral, Murid Ajak Duel Sang Guru Hingga Disoraki dan Ditertawakan Temannya !

Sudah 600 orang terjangkit penyakit itu dan dinyatakan 38 orang telah meninggal dunia. Disamping itu, disebutkan juga jika penyakit tersebut yang berasal dari bumbu bubuk cabai yang tempat proses pembuatannya telah terkontaminasi dengan air seni tikus. Berita ini cepat beredar. Sementara Okezone yang sempat merangkum lima akun FB yang turut menyebarkan kabar tersebut.

WAJIB BACA :  Viral Air Laut Terbelah Dua di Selat Madura, Begini Penjelasan Pakar !
difteri
Copyright ©regional/liputan6

Berdasarkan kabar dari 5 akun FB yang telah menyebarkan berita itu. kelima akun tersebut yang dilihat hanya copypaste narasi yang sama sehingga belum diketahui dari mana sumber awalnya. Menurut penelusuran tim, diketahui jika 600 orang yang terjangkit difteri dan terdapat 38 orang telah meninggal dunia tersebut

Sebagai peristiwa pada Desember 2017. Dimana kabar  tersebut yang diungkapkan oleh Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yakni pada 18 Desember 2017. Seperti yang dimuat oleh media nasional, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang menyebut terdapat 38 anak meninggal dunia lantaran terserang penyakit difteri.

Diketahui bahwa korban meninggal tersebut yang tercatat sejak November-Desember.

Lihat Juga : Hujan Lokal Teraneh, Videonya Viral dan Bikin Heboh Warganet, BMKG Angkat Bicara !

“Hingga saat ini 38 anak Indonesia dinyatakan meninggal dunia karena terserang penyakit difteri dan lebih 600 anak dirawat di RS karena terserang difteri di 120 kota/kabupaten, kata Ketua PB IDI Ilham Oetama Marsis, di kantor PB IDI Jalan Samatulangi, Jakarta Pusat, Senin 18 Desember 2017.”

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah anak yang meninggal lantaran terserang difteri yang diperoleh dari IDI dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Adapun IDI yang menilai data dari IDAI terbilang akurat.

WAJIB BACA :  Viral Air Laut Terbelah Dua di Selat Madura, Begini Penjelasan Pakar !

“Itu data-data dari kawan-kawan IDAI, IDAI ini ujung tombak kita PB IDI di daerah. Kadang-kadang laporan dari IDAI kalau saya mengatakan jauh lebih akurat,” jelasnya.

Lihat Juga : Viral Video Pria Berdiri Kaku 1 Jam saat Shalat Jamaah, Mengaku Kelaparan saat Sadar…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here