Puisi dan Doa Neno Warisman di Munajat 212 Ramai Diperbincangkan !

0
331
Copyright©kumparan

Ini Isi Puisi dan Doa Neno Warisman di Munajat 212 Yang jadi Sorotan Publik !

Indowarta.com – Doa dan puisi dari Neno Warisman yang jadi perbincangan hangat di jagat maya media sosial. dimana salah satu doa yang dijadikan percingan hangat warganet mengenai kalimat yang tidak akan adalagi yang menyembah Allah. Melalui acara Munajat 212 di Monas, Kamis (21/2/2019), Neno Warisman yang

Ikuti Juga : Prabowo Semprot Media, Lantaran Manipulasi Jumlah Reuni Akbar 212 di Monas !

Didaulat sebagai pembaca doa dan puisi. Total 10 menit 20 detik, Neno Warisman yang telah berbicara dihadapan massa Munajat 212. Mengenai perbincangan warganet tersebu, disini media yang lantas mendengarkan isi dari doa Neno Warisman tersebut. adapun ucapan yang dipersoalkan oleh warganet mengenai tak adalagi yang akan menyembah Allah,

neno warisman
Copyright©detik.com

Dalam rangkaian doanya. Namun melalui doanya tersebut tak menyebut tegas siapa pihak yang dituju. Entah pihak yang menang atau yang kalah.

WAJIB BACA :  Terkait Doa Neno Warisman, TKN Anggap Menggirip Opini Publik !

Ikuti Juga : Emak-emak Mengaku Kecewa Sandiaga Tak Hadir di Reuni Aksi 212 !

Berikut ini petikan transkrip doa dari Neno Warisman dari menit ke 6.00 hingga selesai.

Duhai Allah jangan kau jadikan hati kami tertutup dari cahaya terang kebenaran yang menyala di malam malam munajat saat engkau turun ke Jagat dunia, telah Engkau persaksikan kami tegak berdiri, ya Allah. Kami meminta, menangis, hingga basah berdiri kepadamu, seluruh harapan kami dambakan akan Engkau tolong, atau Engkau binasakan, akan engkau menangkan atau Engkau lantakkan, itu hakMu.

Namun kami mohon, jangan serahkan kami kepada mereka yang tak memiliki kasih sayang pada kami dan anak cucu kami, dan jangan, jangan Kau tinggalkan kami, dan menangkan kami, karena jika Engkau tidak menangkan kami khawatir, Ya Allah, kami khawatir, Ya Allah, tak ada lagi yang menyembahmu, Ya Allah.

Neno Warisman

Izinkan kami memiliki generasi yang dipimpin oleh pemimpin terbaik, dengan pasukan terbaik untuk negeri adil dan makmur terbaik. Takdirkanlah bagi kami generasi yang dapat kami andalah untuk mengejar nubuwah kedua, wujud dan nyata, dan munculnya sejuta Alfatih di Bumi Indonesia.

Allah Rabb, puisi munajat ini kubaca bersama saudara-saudaraku, mujahid-mujahidah, yang datang berbondong-bondong dari segala arah. Maka inilah puisi munajat, mengetuk-ngetuk pintu langitmu, bersimpuh di pelataran keprihatinan atas ketidakadilan, atas kesewenang-wenangan, atas kebohongan demi kebohongan, atas ketakutan dan ancaman yang ditebar-tebarkan, atas kepongahan dalam kezoliman yang dipamerkan-pamerkan dalam pertunjukkan kekuasaan yang mengkerdilkan Tuhan, yang menantang kuasa Tuhan, yang tidak percaya Tuhan pembalas yang sempurna.

Ya Rabb, Engkaulah yang memiliki kekuasaan mutlak di seluruh jagat ini. Allah, ini puisi munajat yang mengetuk-ngetuk pintu langitmu, turunkanlah malaikat berbaris, burung-burung Ababil, dan semut-semut pemadam api Ibrahim. Munajat penuh harap kau turunkan pertolongan yang dijanjikan bagi yang terdera, bagi pemimpin yang terfitnah, bagi ulama yang dipenjara, bagi pejuang yang terus dihadang-hadang, bagi pembela keadilan yang digelandang ke bilik-bilik pesakitan.

[Berselawat]

Untuk hari depan yang lebih baik, untuk kepemimpinan yang berpihak pada rakyatmu, bersama rasul-Mu dalam ketinggian titah-Mu, kami bermunajat keluarkan kami dari gelap, keluarkan kami dari gelap, keluarkan kami dari gelap. amin allahuma amin ya robbal alamin

Saat media mencoba untuk menghubungi Neno Warisman melalui sambungan telepon, namun masih belum mendapat jawaban. Sementara pesan singkat kepada Neno Warisman juga tidak kunjung dibalas.

Ikuti Juga : Inikah Dilema Prabowo? Dirangkul 212, Ditinggal Moderat !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here