Terkait Doa Neno Warisman, TKN Anggap Menggirip Opini Publik !

0
363
Copyright ©Poskota News

Tanggapi Doa Neno Warisman, TKN Sebut Menggirip Opini Publik !

Indowarta.com – Penilaian mengenai pemilihan presiden (Pilpres) yang dinilai sebagai perang, maka hal tersebut adalah kekeliruan. Dimana Pilpres yang merupakan kontestasi lima tahunan. Proses demokrasi biasa. Pastinya bakal ada yang terpilih dan tidak terpilih. Itulah kenapa konstitusi ataupun regulasi lain tak memakai istilah menang dan kalah.

Ikuti Juga : Puisi dan Doa Neno Warisman di Munajat 212 Ramai Diperbincangkan !

Adapun Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas yang mengatakan, Capres Jokowi diketahui beragama Islam, Kiai Ma’ruf Amin Islam, Prabowo Subianto Islam, Sandiaga Uno Islam. Dimana pasangan Capres-Cawapres semuanya adalah beragama Islam.

WAJIB BACA :  Prabowo Tegaskan, Capres-Cawapres Hasil Ijtima Ulama Sebaga Rekomendasi !
#2019GantiPresiden Neno Warisman
Copyright © Kompas

“Lalu atas dasar apa kekuatiran Tuhan tidak ada yang menyembah kalau capres-cawapres yang didukung kalah? Apa selain capres-cawapres yang didukung bukan menyembah Tuhan, Allah SWT?” tanyanya.

Tambah dia, tak usah berupaya mengukur kadar keimanan seseorang. Terlebih masih sering mengukur baju orang lain ketimbang yang digunakan sendiri. berdoa sebagai cara untuk membangun hubungan baik dengan Allah SWT. Oleh sebab itulah, kenapa Islam telah memberikan guidance mengenai tata cara berdoa,

Yakni dengan menggunakan adab yang baik, yang penuh dengan sopan santun. Sudah pasti hal tersebut tidak akan memanipulasi fakta.

Ikuti Juga : Adakan Aksi Gerakan di Batam, Neno Warisman Didemo hingga Dilempari Asbak !

Ingat, Tuhan yang kita sembah adalah Allah SWT. Bukan Pilpres. Bahkan bukan agama itu sendiri,” tegasnya.

WAJIB BACA :  Ini Alasan Jokowi Tolak Pengunduran Diri Bupati Mandailing Natal !

Lepas dari itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding yang mengungkapkan, ucapan dari Ustadzah Neno Warisman saat acara Munajat 212 212 di Monas pada Kamis 21 Februari 2019 malam yang dinilai tak pantas disebut sebagai doa. Hanyalah orasi politik yang bersifat pragmatis yang berkedok agama.

“Pilihan diksi dalam ucapannya tampak sekali dibuat untuk menggiring opini publik. Seolah-olah hanya merekalah kelompok yang menyembah Allah. Sedangkan kelompok lain yang berseberangan bukan penyembah Allah. Pertanyaan saya dari mana Neno bisa mengambil kesimpulan itu? Apa ukurannya sampai ia bisa mengatakan jika pihaknya kalah maka tak akan ada lagi yang meyembah Allah?” kata Karding

Ikuti Juga : Neno Warisman, Donatur Terbesar Gerakan #2019GantiPresiden

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here