Kivlan Zen Tuding Wiranto Ikut Lengserkan Soeharto pada 1998 !

0
273
Copyright©cnnindonesia

Wiranto Diduga Turut Lengserkan Soeharto pada 1998, Kivlan Zen Buktikan Dengan Ini !

Indowarta.com – Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal (purn) Kivlan Zen yang telah menuding Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto turut menjadi bagian atas lengsernya Presiden kedua RI Soeharto pada 1998. Menurut pandangannya, hal tersebut yang dibuktikan melalui sikap

Baca Juga : Wiranto Sebut Reuni 212 Tak Lagi Relevan, Sebaiknya Bantu Sukseskan Pemilu !

Wiranto ketika diam-diam meninggalkan Jakarta ketika keadaan tengah genting. Ditambah, Wiranto yang sebagai Panglima Angkatan Bersenjata RI pada saat itu, sehingga dengan terang-terangan meminta kepada Soeharto untuk mundur dari jabatannya.

Copyright©cnnindonesia

Ya, sebagai panglima ABRI waktu itu, Pak Wiranto kenapa dia meninggalkan Jakarta dalam keadaan kacau dan kenapa kita yang untuk amankan Jakarta tidak boleh kerahkan pasukan, itu,” kata Kivlan di Gedung AD Premier, Jakarta Selatan, Senin (25/2).

WAJIB BACA :  Alasan Utama Bung Karno Tak Mau Bubarkan PKI!

Melalui penuturannya, tak mungkin seorang panglima tinggi angkatan bersenjata malah meminta pasukannya untuk tidak berjaga, justriu dirinya pergi meninggalkan lokasi yang tengah genting.

“Jadi kita curiga loh keadaan kacau masa enggak boleh mengerahkan pasukan untuk amankan, kenapa dia tinggalkan Jakarta, dan kemudian dia minta Pak Harto supaya mundur,” kata dia.

Dia lantas menuding bahwa Wiranto yang dikendalikan oleh kelompok jenderal yang mana memiliki tujuan untuk melengserkan Soeharto. Terlebih, tambah dia, Wiranto yang menolak ketika mendapat Instruksi Presiden (Inpres) untuk mengamankan Jakarta.

Baca Juga : Cucu Wiranto, Ahmad Daniyal Alfatih Meninggal Akibat Kecelakaan di Kolam Ikan !

“Pak Wiranto ini apakah didesain oleh grup para jenderal yang ingin Pak Harto mundur? Karena kenyataannya dia minta langsung kan, berarti dia terlibat dong,” katanya.

WAJIB BACA :  Wiranto Bantah Persekusi Terjadi Karena Lambatnya Kinerja Kepolisian!

“Jadi dia waktu dapat inpres amankan Jakarta, inpres itu dia tolak, kenapa enggak dia kerjakan? Berarti dia ada unsur koordinasi, dia melawan perintah pak presiden,” ujar Kivlan.

Kivlan yang lantas mengatakan sampai sekarang ini Wiranto yang tidak pernah memberi dirinya dana pembiyaan pengamanan massa ketika Sidang Istimewa MPR yakni sebesar Rp10 miliar pada masa itu.

“Beliau itu tak menyerahkan ke saya yang pembiayaan itu, lho. Masa saya disuruh bekerja tanpa biaya kan gitu lho,” kata dia.

Baca Juga : Wiranto Sebut Pemerintah Tidak Berwenang Atur Bendera Tauhid !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here