Saat Perang Total dan Fanatisme Muncul di Pilpres 2019, Din Syamsuddin Bereaksi !

0
1229
Copyright©cnnindonesia

Din Syamsuddin Beri Kritikan soal Perang Total dan Fanatisme Pilpres 2019 !

Indowarta.com – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin yang mengatakan bahwa pemilihan presiden (pilpres 2019) yang dinilai kurang bermutu lantaran masih banyaknya pendukung yang fanatik baik terhadap Joko Widodo-Ma’ruf Amin ataupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Lihat Juga : Ma’ruf Amin Tak Mundur dari MUI, Zulkifli Hasan Protes ke Din Syamsuddin !

“Rasanya pilpres kali ini kurang bermutu, terutama diantara para pendukung fanatik,” kata Din di acara ‘Diskusi Publik Membedah Isu-isu Strategis pada Debat Capres/Cawapres Demi Kemajuan Bangsa hari ini’, Jakarta Pusat, Selasa (26/2).

Kameramen Kompas TV
Copyright©okezone

Adapun bekas utusan khusus presiden Jokowi yang mengaku jika fanatisme politik yang ditunjukkan oleh para pendukung tersebut yang dinilai kurang memiliki literasi politik, kecerdasan politik, informasi politik dan pengetahuan.

WAJIB BACA :  Ketika Jokowi Tampilkan Foto Tito Karnavian kepada Tim Kampanye, Bikin Heboh !

“Kita terjebak fanatisme absolut dan akhirnya bermain ‘pokoe’,” kata Din.

Dimana mantan Ketua Umum Muhammadiyah tersebut yang lantas mengatakan tak sedikit para pendukng capres yang paling utama adalaha anak-anak muda yang diketahui sering mengedepankan emosi, yang dinilai tidak mempunyai pengetahuan yang lebih dan secara utuh mengenai calon yang bakal dipilihnya nanti.

Sementara ditengah banyaknya pendukung yang fanatik, Din Syamsuddin yang menyesalkan atas hadirnya pihak yang turut mendengungkan kata-kata perang di Pilpres 2019. Disini, Din yang menyayangkan adanya pihak yang telah menyerukan istilah perang total dalam dua bulan terakhir jelang pencoblosan yang bakal digelar pada April mendatang.

“Bahkan kemudian ada yang mendengungkan dan sudah memukul genderang perang total, atau perang-perang lain,” ucap Din.

WAJIB BACA :  Usai Gagal Jadi Cawapres, Yenny Wahid Dukung Pilihan Mahfud MD !

Lihat Juga : Din Syamsuddin Nilai, Capres Jokowi atau Prabowo Semua Baik untuk Islam !

Din Syamsuddin yang lantas berharap debat capres cawapres yang diketahui bakal dihelat sebentar lagi yang sebisa mungkin untuk mengusung visi dan misi terkait kebangsaan dengan menyeluruh. Menurutnya hal itu yang sama sekali tidak terlihat dalam dua kali debat capres Pilpres 2019 sebelumnya. Terlebih, Din Syamsyuddin yang menyatakan sudah punya pilihan politik dalam Pilpres 2019.

Dimana setiap warga negara harus memegang teguh kepada kebenaran yang ia percaya. Sementara Strategi perang total pertama kali yang dilontarkan oleh Ketua Harian TKN Moledoko. Adapun Moledoko yang mengatakan jika pihaknya telah mengetahui center of gravity pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno guna mengusung strategi itu.

WAJIB BACA :  Sandiaga Sebut Tiga Daerah di Jawa Sebagai Kunci Utama Raih Kemenangan di Pilpres 2019 !

“Jadi saat ini kita menuju pada sebuah istilah yang kami namakan perang total. Di mana hal-hal perlu kami kenali adalah kami menentukan center of gravity dari sebuah pertempuran,” ujar Moeldoko saat rapat pleno TKN di Gedung HighEnd, Jakarta, Rabu (13/2) malam.

Lihat Juga : Alasan Din Syamsudin Tak Ikut Acara Reuni Alumni 212!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here