Terungkapnya Sekongkol Ayah Anak, Korupsi demi Modal Pilkada Setahun Lalu !

0
240
Copyright©liputan6

KPK Ungkap Kongkalikong Antara Ayah dan Anak, Dugaan Suap Capai Rp 2,8 Miliar !

Indowarta.com – Baru menginjak 143 hari, Adriatma Dwi Putra untuk merasakan empuknya kursi Wali Kota Kendari. Diketahui jika ia sebagai wali kota termuda di Indonesi sejak pertama kali dilantik yakni pada 9 Oktober 2019. Tetapi, pada Rabu 28 Februari 2018, ia yang telah menyandang status sebagai tersangka suap.

Lanjut Baca : Bayar Uang Pengganti ke KPK, Setnov Jual Aset Hingga Pesawat ke Riza Chalid !

Adapun status tersangka tersebut yang diberikan usai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penyelidikan yakni pada malam setelah dia diseret ke Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan, bersama dengan sang ayah, Asrun. Ya, Adriatma yang diketahui telah dibekuk KPK bersama dengan sang ayah, Asrun, yakni pada Selasa, 27 Februari 2018 malam.

WAJIB BACA :  Hari ini, KPK Periksa Ganjar Pranowo Terkiat Kasus E-KTP!
Copyright©liputan6

Sementara Asrun yang diketahui sebagai mantan Wali Kota Kendari dua periode 2007-2017. Dan kini dia yang diketahui telah mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Pilkada 2018. KPK yang menduga Adriatma yang meminta fee proyek atas pelaksanaan barang dan jasa yakni kepada Dirut PT Sarana Bangun Nusantara (SBN) Hasmun Hamzah, mencapai Rp 2,8 miliar.

Diduga Adriatma yang telah menerima fee proyek sebesar Rp 2,8 miliar dari Hasmun Hamzah. Dimana penerimaan uang itu yang diberikan dalam dua tahap. Pertama Rp 1,5 miliar dan kedua Rp 1,3 miliar. Adapun Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan yang mengatakan Asrun berperan penting dalam kasus ini. Adriatma yang diduga meminta fee atas permintaan sang ayah yang digunakan Asrun untuk kampanye.

WAJIB BACA :  Penampakan Mobil Seharga Rp 28 Juta yang Dilelang Oleh KPK!

Lanjut Baca : Fakta Sekda Papua Jadi Tersangka Penganiayaan Penyelidik KPK !

“Jika ASR (Asrun) bukan ayah dari ADR (Adriatma), kecil kemungkinan dia masih bisa perintah-perintah untuk dapatkan sesuatu dari pengusaha-pengusaha sebelumnya yang menjadi rekanan,” terang Basaria di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis, 1 Maret 2018.

“ASR (Asrun) sudah jadi Wali Kota Kendari 10 tahun sebelum mengikuti cagub dan pengusaha ini, HAS bukan tahun ini saja. Dia sudah ikuti dan kerjakan proyek-proyek pada saat ASR sebagai Wali Kota,” kata Basaria.

Lanjut Baca : Tanggapi Tudingan Kebocoran Anggaran, Jokowi Minta Prabowo untuk Lapor ke KPK !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here