Terkait Banjir Tol Ngawi-Kertosono: Antara Cuaca Esktrem atau Salah Desain !

0
338
Copyright©detik

Tol Ngawi-Kertosono Ditutup Sementara Lantaran Banjir hingga Satu Meter !

Indowarta.com – Beberapa ruas jalan Tol Trans Jawa, yakni Ngawi-Kertosono menuju arah ke Jakarta, Kamis sore, 7 Maret 2019 diketahui ditutup untk sementara sebab terdapat genangan banjir. Genangan air tersebut tingginya hampir satu meter dan terjadi di KM 603 hingga KM 604, tepatnya di Desa Glonggong, Kecamatan Balarejo.

Baca Juga : Kisah Penggusuran Ratusan Mayat untuk Proyek Jalan Tol Bikin Merinding !

Hingga kini, PT Jasamarga Ngawi-Kertosono (JNK) yang sudah kembali membuka akses Tol Ngawi-Kertosono usai banjir surut. Tetapi, PT JNK yang tetap memasang beberapa rambu lalu lintas supaya pengendara selalu berhati-hati lantaran masih terdapat genangan air di pinggiran tol.

Copyright©detik

“Mulai pagi ini kendaraan arah Jakarta diperkenankan melewati akses tersebut,” kata Area Manager Tol Ngawi-Kertosono, Sabililah seperti dikutip Antara, Jumat (8/3/2019).

Adapun kejadian tersebut yang mampu menimbulkan berbagai spekulasi, yakni salah satunya dugaan mengenai desain dari tol yang terdapat masalah. Lantaran, ruas tol Ngawi-Kertosono tersebut merupakan bagian dari Trans Jawa yang belum lama ini telah diresmukan oleh Presiden Joko Widodo, yakni pada Desember 2018.

Sementara pengamat transportasi publik Darmaningtyas yang memberikan tanggapan jika terdapat kesalahan pada desain awal mula pembangunan jalan tol yang diketahui melintasi Sungai Jeroan di Madiun tersebut, sehingga hal tersebut menjadi penyebab meluapnya air sampai ke badan jalan tol.

“Itu kalau desainnya benar, kalau sudah tahu melewati sungai, itu desainnya akan dibuat lebih tinggi ya, agak melayang gitu,” kata Darmaningtiyas saat dihubungi reporter Tirto, Jumat (8/3/2019).

Baca Juga : Ribuan Nelayan Turun Ke Jalan Tolak Pelarangan Cantrang!

Adapun dugaan kegagalan desain awal tersebut, tambah Darmaningtyas, dapat terjadi sebab tidak ada komunikasi antara kontraktor pelaksana dengan warga sekitar yang diketahui tahu seluk beluk siklus banjir sungai tersebut.

“Artinya dalam perencanaan, mereka tidak partisipatif [tak melibatkan warga]. Kalau perencanaannya partisipatif, maka akan melibatkan warga gitu, hanya warga yang di sekitar situ yang tahu bagaimana kebiasaan dari sungai itu,” kata Darmaningtiyas.

Di lain sisi, General Manager Operasi dan Pemeliharaan PT Jasamarga Ngawi-Kertosono Kediri Charles Lendra yang mengatakan kejadian tersebut disebabkan oleh cuaca ekstrem di luar kebiasaan sehingga air sungai meluap sampai ke badan jalan tol.

Baca Juga : Berita Terkini: Dibangun Selama 8 Tahun, Jalan Tol Akses Tanjung Priok Resmi Dibuka!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here