Panglima TNI: Hadapi Kelompok Bersenjata Tidak Harus dengan Bertempur !

0
306
Copyright©antara

Panglima TNI: Hadapi Kelompok Bersenjata Bisa Pake Strategi Ini, Tak Harus dengan Bertempur !

Indowarta.com – Baru-baru ini Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, yang telah menyatakan untuk menghadapi gerakan kelomok bersenjata di Papua tak selalu dilakukan dengan cara melalui operasi pertempuran, tetapi bisa juga dilakukan dengan cara operasi non-tempur.

“Dalam operasi di Papua, kita melaksanakan dua operasi, yakni operasi kinetik (operasi tempur) dan operasi non-kinetik (operasi non-tempur),” ucap Panglima TNI, seperti yang dikutip dari Antara, Jumat (8/3).

Lanjut Baca : Anggota TNI ini Terkejut, Saat Didatangi Pria Misterius Pikul Karung Berisi 529 Butir Peluru…

Adapun Operasi non-tempur, tambah dia, dapat dilakukan yakni dengan cara merebut hati rakyat Papua supaya tak melakukan hal-hal yang dapat mengancam kedaulatan negara. Seperti, saat TNI datang ke suatu wilayah di Papua, diupayakan masyarakat tenang dan nyaman atas keberadaan prajurit TNI.

WAJIB BACA :  Panglima TNI Akui Ikut 'Berpolitik'!
Copyright©liputan6

“Rasa aman dan nyaman ini akan menjadi virus kepada mereka semua yang memiliki niat untuk memberontak,” katanya lagi.

Terlebih, Panglima yang mengatakan, operasi non-tempur tersebut dapat dilakukan yakni dengan kegiatan bakti sosial, penyuluhan pertanian dan kegiatan kesehatan dan lainnya. Tetapi, TNI juga tetap selalu waspada guna menyiapkan operasi kinetik (operasi tempur), jika sewaktu-waktu diperlukan.

Lanjut Baca : Kronologi Penembakan Anggota TNI, Diduga dari Senggolan Kendaraan !

Ia menambahkan, sampai dengan sekarang ini masih terdapat gangguan-gangguan kecil dalam upaya pembangunan infrastruktur di Papua, yang mana TNI mempunyai kewajiban guna membantu mengamankan pembangunan Trans Papua. Diketahui bahwa upaya tersebut dilakukan TNI yang tak lepas dari kebijakan dan keputusan negara,

WAJIB BACA :  Kronologis Dilarangnya Panglima TNI Gatot Nurmantyo Masuk AS!

Sementara TNI diketahui mempunyai tugas utama yakni Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang telah diatur dalam UU No. 34 Tahun 2004 tentang TNI. Sedangkan infrastruktur yang dibangun di wilayah Papua dinilai butuh pengerjaan khusus, sehingga Presiden Jokowi yang meminta TNI untuk membantu proses pembangunan di sana.

“TNI memiliki kemampuan untuk mengamankan dan memiliki kemampuan untuk membangun infrastruktur, karena TNI memiliki batalion zeni konstruksi dan zeni tempur,” ujarnya pula.

Lanjut Baca : Lagi, Polisi Tangkap Pelaku Pengroyokan Anggota TNI di Ciracas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here