Kisah Ooy, Guru PAUD Karawang Digaji Rp300 Ribu Per Bulan !

0
290
Copyright©cnnindonesia

Digaji Rp300 Ribu Per Bulan, Guru PAUD Karawang Mengadu ke Mahkamah Konstitusi !

Indowarta.comOoy (49 tahun) yang diketahui berangkat mulai subuh dari rumahnya di Karawang, Jawa Barat guna mengadu ke Mahkamah Konstitusi di Jakarta, Kamis (14/3). Dimana Ooy yang meminta kesetaraan pengajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kepada Mahkamah Konstitusi. Ooy sendiri yang menjadi pengajar PAUD

Lihat Juga : Saat Guru Asyik Tonton Video Hot di Kelas, KPAI Bereaksi !

kampungnya yakni di Kecamatan Klari, Karawang, sejak 10 tahun lalu. Sementara gaji yang ia dapatkan dinilai masih jauh dari kata cukup.

“Sebulan ya Rp300 ribu. Itu paling tinggi,” katanya ditemui di gedung MK, Kamis (14/3).

Copyright©cnnindonesia

Ooy yang menggugat berdasarkan UU 14/2005 tentang Guru dan Dosen yang dinilai telah mendiskriminasi pengajar PAUD non formal sebab dinilai bukan guru. Sekedar diketahui bahwa beleid tersebut yang mengatur guru yang mengajar di pendidikan formal, dasar, dan menengah.

“Kita kan pengennya diperlakukan sama dengan yang mengajar guru formal itu lho. Yang dilakuin sama kok, sama-sama ngajar juga,” ujar Ooy.

Sementara dia yang lantas menuturkan, terdapat beberapa pengajar PAUD di wilayahnya yang mendaptkan gaji sebesar Rp100-150 ribu per bulan. Dimana gaji dari mengajar diakui Ooy bakal langsung habis hanya untuk makan dan biaya transportasi. Guna menutupi kebutuhan hidup sebulan, para pengajar PAUD itu kerap membuka usaha sampingan.

“Ya apa aja dilakuin sama guru PAUD-lah. Jualan juga,” ucap Ooy.

Lihat Juga : Video Viral, Murid Ajak Duel Sang Guru Hingga Disoraki dan Ditertawakan Temannya !

Hal yang sama turut diungkapkan oleh pengajar PAUD Ismawarni. Dia menuturkan, berdasarkan UU Guru dan Dosen sudah mendiskriminasi profesi pengajar PAUD. Terlebih selama ini para pengajar PAUD sudah berupaya keras untuk memberikan program belajar yang sama dengan pendidikan formal dari pemerintah.

“Ketika ada pembelajaran yang bersumber pada kurikulum 2013 dari pemerintah, kita juga harus ikuti. Kalau belum S1 pun kita harus ikut diklat sampai tingkat mahir,” tuturnya.

Ketua Himpunan PAUD Indonesia Jakarta Barat yang mengatakan bahwa pemerintah harusnya berterima kasih pada pengajar PAUD sebab sudah menyediakan fasilitas bagi anak usia dini. Tetapi alih-alih peduli, kesejahteraan para guru PAUD yang malah tak diperhatikan. Gaji yang diterima para pengajar PAUD pun sangat kecil.

Lihat Juga : Viral, Video Murid Aniaya Guru di Gresik, Lantaran Tak Terima Ditegur Saat Merokok di…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here