Meski Bergaji Rp 90 Juta per Bulan, Wanita ini Masih Tilep Uang Perusahaan !

0
337
Copyright©liputan6

Digaji Rp 90 juta, Terdakwa Masih Juga Gelapkan Uang Perusahaan Rp.70 Juta !

Indowarta.com – Pendapatan ternyata tidak selalu berbanding lurus, walau punya gaji yang besar, tetapi uang yang tampaknya masih membutakan mata dan hati Uning Suwandari alias Wanda (54) yang diketahui menjabat sebagai Executive Director PT Royal Bali Leisure. Wanita yang berasal dari Solo, Jawa Tengah tersebut yang

Lanjut Baca : Sandiaga Uno Akan kembali Dilaporkan Soal Penggelapan Tanah

Telah merusak kepercayaan perusahaan yang diberikan kepada dirinya dengan tindakan yang tak terpuji. Adapun Uning yang justru menilep uang perusahaan atas pengurusan izin sampai Rp70 juta. Seperti pepatah sudah jatuh tertimpa tangga, usai dipecat dari perusahaan kini ia yang harus duduk di kursi pesakitan.

korupsi
Copyrigt©Tempo

Dimana semuanya yang dimulai dari sikap serakah dan rakus. Kisah tersebut yang diungkapkan oleh jaksa Ni Luh Oka Ariani atas dakwaannya yang mengatakan bahwa Uning telah bersalah lantaran menggelapkan uang serta menyalahgunakan jabatan seperti yang telah diatur dalam pasal 374 KUHP.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama sepuluh bulan. Dengan hukuman masa percobaan selama satu tahun dan enam bulan,” baca Jaksa Oka di hadapan Majelis Hakim pimpinan Dewa Budi Wadsara di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (19/3/2019).

Dimana dakwaan sebelumnya yang menyatakan terdakwa Uning yang diketahui bermukin di Jalan Danau Tamblingan VI, Lingkungan Taman Griya Jimbaran, Kuta Selatan yang ditangkap polisi dengan kasus penggelapan uang sebesar Rp 70 juta yakni pada Oktober 2016 silam. Sebelumnya, awal Oktober 2006,

Lanjut Baca : Sandiaga Uno Akan Diperiksa Besok Terkait Penggelapan Lahan!

Uning yang telah diangkat sebagai Executive Director PT Royal Bali Leisure yang digelar di Jalan Pratama 68 A, Kelurahan Benoa Kabupaten Badung. Disebutkan, perusahaan tersebut yang telah menggaji Uning sebesar Rp 90 juta. Lantas pada awal bulan Oktober 2016, terdakwa yang ditugaskan untuk mengurus izin Gangguan atau HO ke Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Badung.

“Tugas tersebut langsung diperintahkan oleh saksi, Alan Charles Thomas selaku Presiden Direktur PT Royal Bali Leisure. Untuk mengurus izin gangguan,” jelas jaksa dalam dakwaannya.

Lanjut Baca : Sandiaga Uno Seret dua Pengusaha Kaya Raya dalam Kasus Penggelapan Tanah!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here