Viral Air Laut Terbelah Dua di Selat Madura, Begini Penjelasan Pakar !

0
662
Copyright©liputan6

Fenomena Halocline, Air Laut Seolah Terbelah di Suramadu, Ini Penyebabnya !

Indowarta.comFenomena air laut yang terbelah menjadi dua warna yang terjadi di Selat Madura tepatnya di bawah Jembatan Nasional Surabaya-Madura (Suramadu). Benar saja munculnya fenomena alam tersebut yang lantas viral di dunia maya. Sementara Humas Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) Faisal Yasir Arifin yang

Baca Juga : Kepala Satpol PP Bogor, Beri Tanggapan soal Viral Foto Pengemis Miliki Mobil !

Menerangkan, fenomena alam tersebut yang dikenal dengan nama halocilne sebagai kejadian biasa yang umum terjadi. Dimana air laut yang terbelah karena bertemuya antara dua jenis massa air dari sisi timur dan barat Pulau Madura yakni dengan densitas yang berbeda kadar garam, suhu dan kerapatan akhirnya tidak bisa bersatu.

WAJIB BACA :  Heboh Video Remaja Cekoki Hewan dengan Miras, Ini Reaksi Taman Safari!
Copyright©liputan6

“Itu fenomena biasa. Terjadi sejak hari Selasa kemarin. Seperti di Selat Gibraltar terjadi pertemuan air dari Laut Atlantik dan air dari Mediterania. Lama terjadinya bisa berhari-hari, bisa semalam saja. Tidak pasti. Tergantung arus lautnya,” tutur Faisal, Rabu (20/3/2019).

Hal serupa juga turut diterangkan oleh Kepala Bidang Informasi Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo.

Fenomena itu terjadi karena perbedaan densitas air laut yang ekstrem antara air laut di dekat garis pantai dengan air laut di daerah yang lebih dalam,” kata Eko.

Lepas dari itu, Prakiraan BMKG Maritim, Arif Wiyono yang lantas mengatakan, di tempat fenomena tersebut, yakni di Jembatan Suramadu sisi Surabaya terdapat muara sungai yang mengarah langsung ke laut.

WAJIB BACA :  Viral, Saat Prabowo Dipijat Bocah Usai Pidato di Acara Koalisi Jadi Sorotan !

Baca Juga : Viral, Sejumlah Pria Cuci Uang Pasca-Banjir Bandang di Sentani, Ini Faktanya !

“Saat air laut surut, air dari muara sungai dipompa menuju ke laut. Pertemuan arus keduanya membentuk buih-buih batas,” ucap Arif.

Sementara pengajar Teknik Lingkungan Institut Teknoloi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Edy Setiadi Soedjono yang mengatakan bahwa fenomena air laut terbelah jadi dua warna lantaran adanya pertemuan air tawar dan air asin (laut) sehingga tidak dapat tercampur.

“Jadi, karena saat ini curah hujan di Jawa Timur sedang tinggi, maka air tawar yang berasal dari curah hujan maupun dari air sungai ikut jadi tinggi. Air tawar ini lalu lalu mengalir ke laut,” tutur Eddy.

Baca Juga : Viral, Aksi Penembakan di Masjid Christchurch Selandia Baru ketika Salat Jumat !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here