Usai Melakukan Diskusi, MUI Tak Haramkan Game Online PUBG !

0
260
Copyright©kumparan

MUI Tak Haramkan PUBG, Berikut 3 Rekomendasi untuk Game Online !

Indowarta.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang diketahui telah berdialog dengan para psikologi, Kemenkominfo, KPAI sampai dengan Asosiasi E-Sport guna membahas soal PUBG. Melalui pertemuan berformat FGD tersebut yang digelat di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/3).

Lihat Juga : Terkait Penembakan di Selandia Baru, MUI Kaji Usulan Larangan Game PUBG !

“FGD sudah selesai, ada beberapa masukan yang nanti menjadi salah satu referensi dalam pembahasan komisi fatwa terkait dengan masalah gim yang berkonten kekerasan ini. Tadi masukan dari Dirjen Aprilia, KPAI, ahli psikologi, asosiasi E-Sport Indonesia, juga masukan dari teman KSP,” ucap Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh, dalam konferensi pers di Kantor MUI, Selasa (26/3).

WAJIB BACA :  Fatwa MUI: Vaksin MR Mengandung Babi, Tetapi Masih Boleh Digunakan !
Copyright©kumparan

Disebutkan FGD kali ini guna membahas dampak positif dan negatif permaingan game online PUBG, dengan melihat kemungkinan perlu atau tidaknya fatwa dari MUI atas game tersebut. Tetapi, alih-alih menjurus ke fatwa, FGD di kantor MUI sekedar memberi sejumlah catatan yang bersifat rekomendasi.

Adapun Niam yang lantas menerangkan, melalui diskusi tersebut, didapat sejumlah kesepahaman yang lantas menjadi catatan penting dari hasil diskusi.

“Pertama, game sebagai produk budaya ini memiliki sisi negatif dan juga sisi positif, untuk itu, peserta FGD memiliki kesamaan pandangan, untuk mengoptimalkan sisi positif game dan salah satu ikhtiar itu adalah mengkanalisasi melalui e-sport, untuk mengoptimalkan nilai kemanfaatan, memberikan aturan-aturan yang asalnya tanpa aturan, kemudian meminimalisir dampak negatif,” terang Niam.

WAJIB BACA :  Difatwa haram oleh MUI, DPR Minta Pemerintah Segera Cari Pengganti Vaksin MR !

“(Kedua), Untuk kepentingan optimasi kesadaran publik, Komisi Hukum MUI mengusulkan adanya review Permen No. 11 Tahun 2016 yang merupakan ikhtiar pemerintah memberikan pengaturan terhadap game agar bisa lebih tinggi manfaatnya dan dicegah mafsadah (kerusakan) yang ditimbulkan,” lanjutnya.

Lihat Juga : Terkait Kabar PKI, Timses Jokowi-Ma’ruf Amin Akan Temui Ulama di Jabar !

Disini, Niam yang menerangkan soal catatan terakhir kepada game PUBG yakni mengenai pembatasan usia, konten, waktu, dan dampak yang bakal ditimbulkan. Selain itu, juga ada pelarangan sejumlah jenis game yang memuat konten pornografi, perjudian, perilaku sosial menyimpang, dan juga konten yang terlarang dari segi agama dan juga peraturan perundang-undangan.

WAJIB BACA :  Terkait Penembakan di Selandia Baru, MUI Kaji Usulan Larangan Game PUBG !

Adapun Niam yang lantas mengatakan, catatan dari hasil FGD tersebut bakal menjadi acuan bagi pembahasan internal Komisi Fatwa MUI. Pastinya selama ini, masih belum ada fatwa yang dikeluarkan terhadap game online, termasuk PUBG.

“Soal tindak lanjutnya nanti apakah bentuknya fatwa atau penerbitan peraturan perundang-undangan, nanti akan sangat terkait di dalam pendalaman di dalam komisi fatwa,” pungkas Naim.

Lihat Juga : Viral, Saat Ma’ruf Amin Dicuekin, MUI Sebut Itu Sebelum Jadi Cawapres !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here