Wiranto: Mengajak Golput Itu Namanya Mengacau, Bisa Dijerat UU !

0
272
wiranto
Copyrigth©Kompas

Ancam Pengajak Golput, Wiranto Dinilai Cari Muka kepada Jokowi !

Indowarta.com – Aktivis hak asasi manusia (HAM) Haris Azhar yang telah menilai soal pernyataan Menko Polhukam Wiranto mengenai pengajak golput bakal dijerat dengan Undang-Undang Terorisme yang disebut terlalu mengada-ada. Dimana Haris yang melihat bahwa Wiranto tengah mencari muka kepada calon presiden petahana Joko Widodo.

Ikuti Juga : Wiranto Tantang Prabowo dan Kivlan Zen Sumpah Pocong soal Dalang Kerusuhan 1998 !

“Saya lihat ini kesempatan dia untuk bangun jasa kepada Jokowi karena golput ini berpotensi menggerus suara Jokowi,” kata Haris kepada CNNIndonesia.com via telepon, Rabu (27/3).

Demo 2 Desember
Copyright©viva

Haris yang turut menyebut soal sikap Wiranto sebagai cara guna mencari kambung hitam jika Jokowi-Ma’ruf kalah dalam pemilu ini.

WAJIB BACA :  Fantastis, Jokowi Sebut Kerugian Akibat Macet di Jakarta Capai Rp100 Triliun !

“Lalu mereka akan tuduh kita ini bikin kekacauan. Mana ada seperti itu? Kita enggak mengacau 01 atau 02, mereka sendiri yang saling ribut,” ujar Haris.

Mantan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak kekerasan (KontraS) tersebut yang lantas menilai bahwa tidak ada pasal dalam UU Terorisme yang menyatakan pengajak golput sebagai teroris. Ia lantas menanyakan cara penafsiran pasal yang diambil oleh Wiranto tersebut soal pengajak golput. Adapun Haris yang menegaskan jika kebebasan

Berekspresi seperti golput yang tak dapat dianggap sebagai tindakan teror. Hal serupa juga turut diungkapkan oleh Koordinator KontraS Yati Andriyani yang menanggap jika kategori pengacau yang dilontarkan oleh Wiranto bersifat subyektif dari perspektif penguasa. Dengan metode Wiranto yang seperti itu,

WAJIB BACA :  Akan Dihadiri Jokowi, Munaslub Golkar Harus Digelar di Jakarta!

Yati menduga bahwa orang-orang yang kritis kepada sistem pemilu ataupun penanganan kasus HAM kedepannya juga bakal dikategorikan sebagai pengacau.

Ikuti Juga : Kivlan Zen Tuding Wiranto Ikut Lengserkan Soeharto pada 1998 !

“Kalau seperti ini terus berlanjut maka otoritarianisme makin kuat mengakar dan tentu saja mendelegitimasi prinsip-prinsip demokrasi HAM yang sudah kita bangun 20 tahun terakhir,” ucap Yati saat ditemui di kantor KontraS.

Yati yakin jika golput merupakan ekspresi politik yang timbul lantaran bermacam latar belakang dan tidak terpisahkan dari HAM. Dimana sebelumnya, Wiranto yang tengah menyatakn orang yang mengajak golput dalam Pemilu 2019 disebut sebagai pengacau. Berdasarkan penuturan mantan Panglima ABRI tersebut, mereka dapat dijerat dengan UU Terorisme.

WAJIB BACA :  UU MD3 Tak Akan Ditanda Tangani Oleh Jokowi?

“Kalau UU Terorisme tidak bisa UU lain masih bisa, ada UU ITE, UU KUHP bisa,” ujarnya.

Ikuti Juga : Wiranto Sebut Reuni 212 Tak Lagi Relevan, Sebaiknya Bantu Sukseskan Pemilu !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here