Baru Dibui 2 Pekan, Pelaku Penembakan di Masjid Selandia Baru udah Mengeluh !

0
209
Copyright©liputan6

Saat di Penjara, Pelaku Teror Penembakan di Masjid Selandia Baru Keluhkan Hal Ini !

Indowarta.com – Setelah dipenjara baru dua pekan, pelaku kasus penembakan dua masjid di Kota Christurch, Selandia Baru mengeluh. Dimana ia yang lantas mengatakan telah kehilangan hak-hak dasarnya selama di penjara. Berdasarkan keterangan dari sumber anonim yang menyebutkan, Brenton Tarrant,

Ikuti Juga : Inilah Sosok Marilou Danley, Kekasih Stephen Paddock Pelaku Penembakan di Las Vegas!

Pelaku pembunuhan massal pada Jumat 15 Maret 2019 lalu, yang mengeluh adanya ketidak adanya akses kepada kunjungan dan telepon di Penjara Paremoremo, Kota Auckland. Sekedar diketahui jika penjara di Paremoremo tersebut dikenal dengan penjagaan yang sangat ketat ketimbang yang lainnya.

WAJIB BACA :  Insiden Penembakan Tewaskan 40 Orang, Selandia Baru dalam Status Darurat !
Copyright©liputan6

“Dia terus-menerus diawasi dan diasingkan. Dia tidak mendapatkan hak minimum seperti yang biasa (diberikan kepada tahanan lain). Jadi, tidak ada panggilan telepon dan tidak ada kunjungan,” klaim sumber itu, mengutip media Selandia Baru Stuff pada Minggu (31/3/2019).

Walau begitu, sumber yang serupa tak menyebutkan adanya pelanggaran terhadap undang-undang soal hak bagi narapidana. Sekedar diketahui bahwa Undang-undang Pemasyarakatan di Selandia Baru yang telah mengatur setiap tahanan mempunyi hak untuk tidur, olahraga, makanan yang layak, satu pengunjung pribadi dalam seminggu, surat, telepon, penasihat hukum, dan perawatan medis.

Tetapi disebutkan bahwa layanan tersebut dikecualikan bagi sejumlah kasus. Sementara dalam hukum yang sama, beberapa hak dapat ditangguhkan lantaran sejumlah alasan lain. Seperti, narapidana memang berstatus tahanan yakni dengan penjagaan yang ketat (protective custody), atau alasan lain yang telah diatur otoritas.

WAJIB BACA :  Viral, Aksi Penembakan di Masjid Christchurch Selandia Baru ketika Salat Jumat !

Ikuti Juga : Berita Terkini: Akhir Pelarian Pelaku Penembakan di Daan Mogot!

Adapun kesempatan tersebut, yang dikatakan mmepunyai pintu depan dan belakang. Sementara bagi pintu depan terdapat beberapa penjaga, sementara untuk lruang belakang terdapat halaman penjara yang berukuran sama dengan sel. Diketahui bahwa halaman tersebut punya lantai dan dinding beton. Umumnya, penjaga yang lantas

Memberikan kesempatan kepada tahanan guna memasuki halaman yakni selama satu jam dalam sehari. Atas aduan yang datang dari pelaku penembakan dua masjid yang telah menewaskan 50 orang tersebut, salah seorang ahli hukum dari Universitas Aucland yang diketahui bernama Dr. Bill Hodge yang lantas mengatakan jika ia pantas dilindungi oleh undang-undang.

WAJIB BACA :  Erdogan Ancam Teroris Brenton Tarrant: Hukum Mati atau Turki Bertindak !

“Aturan hukum berlaku, bahkan di penjara … Dia pantas dilindungi undang-undang seperti tahanan lainnya,” kata Hodge.

Ikuti Juga : Polisi Buat Sketsa Wajah Pelaku Penembakan Italia Chandra Kirana!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here