Seorang Pelukis Ditolak Tinggal di Pleret Yogya Lantaran Beda Agama !

0
212
Copyright©okezone

Kronologi Slamet: Umat Katolik yang Ditolak Tinggal di Dusun Karet, Yogya !

Indowarta.com Slamet Sumiarto, merupakan seorang seniman lukis yang tercatat ber-KTP Notoprajan Ngampilan Kota Yogyakarta yang ditolak untuk tinggal di kawasan RT 08 Dusun Karet, Kelurahan Pleret, Kecamatan Banguntapan Bantul, Yogyakarta. Dimana disebutkan bahwa Slamet dianggap punya kepercayaan (agama) yang berbeda dari warga mayoritas yang ada di lingkungan tersebut.

Baca Juga : Jawaban PBNU Soal Tudingan Said Aqil Dibalik Penolakan Ustadz Abdul Somad di Hongkong!

Sementara Slamet yang lantas mengungkapkan bahwa dirinya bersama dengan istri dan anaknya yang pindah untuk mengontrak sebuah rumah di kawasan RT 08 Dusun Karet, Kelurahan Pleret, Kecamatan Banguntapan Bantul pada Sabtu 29 Maret 2019 lalu. Tetapi, beberapa waktu kemudian muncul adanya penolakan tinggal yang diungkapkan oleh Kepala Dusun dan RT setempat.

WAJIB BACA :  Buni Yani Akan Jalani Sidang di Pengadilan Negeri Bandung!
Copyright©idntimes

“Hari Minggu (30 Maret 2019) saya izin Ketua RT membawa berkas Kartu Keluarga dan KTP serta surat nikah. Namun, kemudian Ketua Dukuh dan juga Pak RT melarang saya tinggal di sini. Alasannya, karena saya merupakan non-muslim,” ujar kepada KRJOGJA.com, Selasa (2/4/2019) pagi.

Sejumlah langkah telah dilakukan oleh Slamet sejak adanya penolakan itu, seperti bertemu Sekda DIY Gatot Saptadi dan ke Sekda Kabupaten Bantul.

“Kami dipertemukan dengan Pak Lurah, Kepala Dukuh dan ketua kampung, namun tetap saja mereka menolak saya mengontrak di Dusun Karet,” ujarnya.

Senin 1 April 2019 kemarin, Slamet mengutarkan bahwa telah diadakan pertemuan kembali bersama Kepala Kelurahan, Kepala Dusun dan ketua kampung yakni dengan disaksikan oleh Kapolres dan Kapolsek setempat. Sementara Ketua kampung yang akhirnya mengizinkan untuk tinggal selama enam bulan ke depan, di mana sisa enam bulan tersebut sang pemilik rumah diminta untuk mengembalikan uang sewa yang sudah diberikan oleh Slamet.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Puluhan Pakaian bermuatan Sara Disita di rumah Ki Gendeng Pamungkas!

Baca Juga : Pihak Hongkong Diminta Klarifikasi Soal Penolakan Ustadz Abdul Somad!

“Sebenarnya warga sesepuh tidak mempermasalahkan saya tinggal, tetapi pak ketua kampungnya mengaku mewakili warga mengizinkan saya hanya kontrak enam bulan saja. Supaya (penolakannya diperhalus) pemilik rumah mengembalikan sisa uang sewa enam bulannya kepada saya. Saya menolak kalau hanya tinggal enam bulan saja,” tuturnya.

Sementara pengurus kampung, Daryanto ketika ditemui oleh Slamet lantas menyampaikan bahwa melalui keputusan bersama disebutkan di kampung sejak lama sudah tertulis sejak 2012 silam jika non muslim tidak boleh tinggal di kawasan itu, termasuk dalam hal jual beli tanah sekalipun.

“Ini sudah keputusan kampung ada secara tertulisnya, yang sembrono Saryono (pemilik rumah) mengapa membolehkan tinggal padahal sudah ada peraturan kampungnya, sembrono dia,” ujarnya.

Baca Juga : Komnas HAM Analisa Laporan Soal Arya Wedakarna dalam Aksi Penolakan Ustadz Abdul Somad!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here