Akui Kesalahan Sistemnya, Sebabkan Kecelakaan Dua Pesawat 737 Max 8, Boeing Minta Maaf !

0
295
Copyright©okezone

Minta Maaf, Boeing Akui Kesalahan Sistemnya hingga Sebabkan Dua Kecelakaan Pesawat 737 MAX 8 !

Indowarta.com – Pabrik pembuat pesawat terbang Boeing yang akhirnya mengakui adanya kerusakan sistem pada jet seri 737 MAX 8 besutannya hingga sebabkan dua kecelakaan udara yang menewaskan ratusan penumpang dan awak pesawat. Sementara CEO Boeing, Dennis Muilenburg yang lantas mengatakan jika “sangat jelas”

Ikuti Juga : Ternyata Ini Alasan Boeing Pasang Fitur yang Bikin Pilot 737 Max Bingung !

Jika sistem manuver MCAS 737 MAX 8 yang menjadi penyebab dari kecelakaan pesawat Lion Air JT610 di Indonesia pada Oktober tahun lalu dan jatuhnya Ethiopia Airlines pada Maret. Sementara penyelidik yang telah mencurigai adanya kerusakan pada sistem Boeing 737 MAX 8 yang memiliki peran penting dalam kedua kecelakaan itu

WAJIB BACA :  KNKT Temukan CVR Lion Air, Namun Baterai Terlepas dari Perangkat Aslinya !
Copyright©twitter

Adapun Ethiopian Airlines Penerbangan 302 yang diketahui juga jatuh tak lama usai lepas landas pada 10 Maret, pesawat tersebut yang berawak berjumlah 157 orang di dalamnya yang tewas. Sedangkan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh ke laut pada 29 Oktober 2018, yang telah menewaskan 189 penumpang dan awaknya.

Sementara penyelidik yang mengatakan ada kesamaan yang nyata antara kedua kecelakaan tersebut.

“Rincian lengkap dari apa yang terjadi dalam dua kecelakaan akan dikeluarkan oleh otoritas pemerintah dalam laporan akhir,” kata Muilenburg dalam sebuah video yang di-posting Kamis.

“Jelas bahwa dalam kedua penerbangan itu Sistem Augmentasi Karakteristik Manuver, yang dikenal sebagai MCAS, diaktifkan sebagai tanggapan terhadap sudut informasi serangan yang keliru,” lanjutnya sebagaimana dilansir RT, Jumat (5/4/2019).

WAJIB BACA :  Apa yang Terjadi Jika CVR Lion Air Tidak Ditemukan? Ini Kata KNKT

Ikuti Juga : Makin Jelas, Boeing Ketahuan Rahasiakan Fitur Keselamatan di Pesawat 737 Max 8 !

Dimana sistem MCAS yang telah membaca sudut serangan 737 MAX (sudut hidung pesawat) berdasarkan sensor yang telah terpasang di hidung pesawat. Apabila hidung tersebut melayang terlalu jauh ke atas, maka sistem tersebut yang lantas memanipulasi ekor guna menjaga level pesawat dan menghindari terjadinya stall.

Tetapi, para penyelidik dan pengungkap fakta Boeing yang mengklaim jika sensor bisa saja memberikan pembacaan yang salah, dan sistem dapat memberikan kompensasi yang berlebihan sehingga membuat pesawat menukik dengan kecepatan tinggi.

Pernyataan Muilenberg datang pada hari yang sama penyelidik Ethiopia menetapkan bahwa awak Penerbangan 302 “telah melakukan semua prosedur, berulang kali, disediakan oleh (Boeing), tetapi tidak dapat mengendalikan pesawat.”

Ikuti Juga : Komponen Lion Air JT 610 Ditemukan, Bakal Dibawa ke Pabrik Boeing di AS !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here