Disebut Menstigma Penyandang Disabilitas Mental, Iklan PKS Akhirnya Diprotes !

0
225
Copyright©youtube

Menelusuri Iklan Kampanye Partai yang Dinilai Merendahkan ODGJ hingga Menjadi Kontroversi !

Indowarta.com – Jelang Pemilu 2019, beragam partai kelompok berlomba-lomba melakukan kampanye yakni melalui beragam media. Salah satunya melalui iklan televisi. Adapun iklan kampanye Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang jadi soroyan hingga menuai kontroversi. Dimana iklan yang bertajuk ‘Istri Diculik’ tersebut

Baca Juga : Jika Terpilih, Presiden PKS Bakal Tagih Janji Kampanye Prabowo-Sandi !

Yang mengusung salah satu janji partai, yakni penghapusan pajak kendaraan bermotor dan kepemilikan SIM seumur hidup. Tetapi dengan adanya ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa) dalam iklan tersebut yang menuai kontroversi lantaran disebut merendahkan pasien ODGJ. Berikut fakta selengkapnya :

WAJIB BACA :  Presiden Jokowi Tetapkan 17 April 2019 Sebagai Libur Nasional !
Copyright©youtube

Iklan yang bertajuk ‘Istri Diculik’ yang lantas menuai protes lantaran dinilai menghina ODGJ. Iklan tersebut yang menceritakan seorang mantan sopir yang juga sebagai penyandang disabilitas mental, yang digambarkan membawa kabur seorang perempuan yang sedang menunggu suaminya di truk. Dalam iklan tersebut disebutkan bahwa si suami menyeut orang gila.

Sementara Bagus Utomo selaku Ketua Komunitas Peduli Skizrofenia Indonesia mengatakan selama ini mereka yang berupaya untuk mengangkat citra ODGJ, namun iklan tersebut justru menjadikan ODGJ sebagai bahan lelucon. Terlebih, beredar petisi yang berjudul “Stop Iklan Kampanye Pemilu yang Menstigma Disabilitas Mental” di laman change.org sejak Kamis, 4 April 2019.

Baca Juga : Dianggap Belum Sumbang Dana Kampanye Prabowo-Sandi, Begini Tanggapan PKS !

Petisi tersebut dibuat oleh Aliansi Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa yang digawangi sembilan lembaga ini. Bagus Utomo yang lantas mengajak masyarakat untuk lebih memahami ODGJ serta menghapus stigma negatif yang selama ini telah melekat di ODGJ, yang disebut seperti pelaku kriminal serta diejek.

WAJIB BACA :  Hari Ini, Fahri Hamzah Laporkan Presiden PKS Ke Polda Metro Jaya!

Di lain sisi, Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, yang lantas menegaskan jika iklan kampanye sepatutnya bersifast edukasi dan dapat menghormati semua pihak. Adapun, Wahyu yang menyebutkan jika warga dapat melaporkan ke Bawaslu kemudian Bawaslu akan bertanggungjawab guna mendalami laporan itu. akhirnya, PKS yang menarik iklan

Berdurasi 60 detik itu usai menuai kontroversi lantaran dinilai telah merendahkan ODGJ. Dimana Ketua DPP PKS Ledia Hanifa yang menyebutkan jika partainya bakal melakukan revisi, sementara Ledia yang turut mennyatakan bahwa PKS tak bermaksud menyudutkan ODGJ.

Baca Juga : PKS Ingatkan Megawati untuk Urus Jokowi, Bukan Prabowo !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here