Pengacara Bowo Sidik: Duit Rp 8 Miliar di Amplop Berasal dari Menteri !

0
363
Copyright©cnnindonesia

Pengacara Bowo Sidik: Menteri Jokowi jadi Sumber Amplop Rp8 Miliar !

Indowarta.com – Tersangka yang merupakan anggota DPR Bowo Sidik Pangarso yang mengatakan jika salah satu menteri di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo yang menjadi sumber dari 400 ribu amplop yang bakal digunakan untuk serangan fajar. Hal tersebut diungkapkan oleh Bowo Sidik melalui pengacaranya yakni Saut Edward Rajagukguk.

Ikuti Juga : Setya Novanto Diperiksa KPK, Terkait Kasus Korupsi e-KTP !

Adapun dari total uang dalam 400 ribu amplop itu berjumlah Rp8 miliar. Dimana uang tersebut terdiri dari pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu yang telah dimasukkan ke dalam amplop.

Copyright©detik

“Yang memenuhi Rp8 miliar yang ada di amplop sudah. Dari salah satu menteri di kabinet ini,” cetus Saut ketika mendampingi Bowo saat menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (10/4).

WAJIB BACA :  Aliran Dana Kasus E-KTP Setya Novanto Sengaja Dibuat Rumit?

Tetapi Saut yang tidak memberikan keterangan soal identitas ata nama menteri dari Jokowi yang ia maksud sebagai sumber uang dalam 400 amplop guna melakukan serangan fajar. Walaupun begitu, Saut yang mengatakan, tak hanya menteri, ada direktor BUMN yang sebagai sumber lain dari uang Rp8 miliar tersebut.

Tetapi, lagi-lagi Saut yang enggan membocorkan identitas dari direktur BUMN itu. lepas dari itu, Saut yang menyatakan bahwa kliennya bakal kooperatif dengan KPK guna mengungkap tuntas kasus dugaan suap kerja pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik dan PT Humpuss Transportas Kimia. Lantaran kasus ini yang turut menyeret menteri dan direktur BUMN sebagai penyumbang buat Bowo.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Begini Tanggapan KPK Soal Polri yang Terima Pedang Emas dari Kerajaan Saudi Arabia!

Ikuti Juga : Tim Prabowo Pertanyakan Amplop Hasil OTT KPK, Disebut Berkaitan dengan Kubu 01 !

“Harus kooperatif. Ada Menteri, ada direktur BUMN,” kata Saut.

Kasus ini, Bowo yang bersama dengan Marketing Manager PT Humpus Transportasi Kimia, Asty Winasti dan karyawan PT Inersia, Indung yang telah ditetapkan sebagai tersangka suap kerja sama distribusi pupuk PT PILOG dengan PT HTK. Disini, Bowo yang lantas meminta fee kepada PT HTK atas biaya angkut sejumlah US$2 per metric ton.

Disebutkan telah terjadi enam kali penerimaan di beberapa tempat yakni sebesar Rp221 juta dan US$85.130. uang sejumlah Rp8 miliar dalam pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu tersebut yang dimasukkan ke dalam amplop-amplop. Diduga uang tersebut digunakan Bowo untuk melakukan serangan fajar Pemilu 2019.

Ikuti Juga : KPK Sebut Bowo Sidik Sempat Kabur, Hingga Akhirnya Ditangkap !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here