Terkait Kasus Audrey, Mendikbud Ungkap 2 Hoaks Mengejutkan !

0
8994
Copyright©suara

Mendikbud Beberkan 2 Berita Hoaks di Balik Kasus Pengeroyokan Audrey !

Indowarta.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy yang lantas mengutarakan mengenai adanya kabar hoaks dalam kasus pengeroyokan Audrey di Pontianak, Kalimantan Barat. Dimana kabar yang faktanya tak seperti yang viral di media sosial. kabar yang viral di media sosial jika korban telah dkeroyok oleh 12 pelaku tidak benar. Termasuk merusak alat kelami korban juga tidak benar.

Ikuti Juga : Keluarga Minta Audrey Divisum Ulang, Lantaran Hasil Forensik Tak Diberikan !

Kasus ini sangat disayangkan, dan tidak seperti yang viral di medsos setelah saya mendapat informasi langsung dari Kapolresta Pontianak, Kompol Muhammad Anwar Nasir, ” kata Muhadjir Effendy di Pontianak, Kamis (11/4/2019).

WAJIB BACA :  Terkini, Polisi Identifikasi 3 Remaja Penganiaya Siswi SMP di Pontianak !
Copyright©twitter

“Maaf nalar sehat mestinya korban bisa meninggal kalau isu tersebut benar,” ucapnya.

Adapun dari kasus pengeroyokan Audrey seperti diibaratkan emperannya lebih besar ketimbang rumahnya, ia yang lantas memberikan contoh soal auratnya (korban) yang tak benar, terlebih hal tersebut yang mengerikan. Ia lantas mengajak kepada para kepala sekolah supaya tak membiarkan berita liar tersebut,

Sehigga dapat merusak citra sekolah, bahkan sudah viral didunia. Sehingga dampaknya bakal luar biasa. Ia menambahkan, untuk kejadian ini, para sekolah harus masih bertanggung jawab.

“Mohon kerja sama kepala sekolah untuk meredam masalah ini, dan memberikan informasi yang benar, baik pada media maupun melalui medsos,” ujarnya.

WAJIB BACA :  Viral Siswi SMP Dikeroyok 12 Siswi SMA, Muncul Tagar #JusticeForAudrey hingga Petisi Online !

Ikuti Juga : Tanggapi Kasus Audrey, Putri Ahok Serukan Hal ini Kepada Followersnya !

Ia berharap, jika semua pihak mengurangi dampak negatif dari media sosial kepada anak-anak, mudah-mudahan kejadian ini pertama dan terakhir di Kota Pontianak. Muhadjir yang mengatakan, ditekankan kepada para kepala sekolah di Kalbar, untuk terus meningkatkan pengawasan kepada anak-anak didiknya,

Dengan begitu anak-anak sekolah dapat terhindar dari perilaku negatif lainnya dan juga dari obat-obatan terlarang. Sementara berdasarkan pandangan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, melalui perspektif pendidikan yang menyelesaikannya dengan cara mendidik, sebab anak bukan penjahat yang mana mereka sedang mengalami masa pertumbuhan,

Jangan sampai korban dan pelaku terampas masa depannya lantaran mereka sekarang ini sangat tertekan dan juga terintimidasi. Lepas dari itu, Polresta Pontianak, Rabu (10/4/2019) yang telah menetapkan tiga tersangka berinisial FA atau Li, TP atau Ar dan NN atau Ec (siswi SMA) terduga kasus penganiayaan seorang siswi SMP Au di Kota Pontianak.

Ikuti Juga : Pelaku Bantah Telah Mengeroyok Audrey, Kami Berkelahi Satu Lawan Satu !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here