Pengamat : Diprediksi Hasil Pilpres 2019 Tak Akan Jauh dari Hasil Survei !

0
2713
Copyright©tribunnews

Pengamat Menilai Hasil Pilpres 2019 Tak Akan Jauh dari Hasil Survei !

Indowarta.com – Berdasarkan dari pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah, yakni Adi Prayitno yang telah memperkirakan hasil Pilpres 2019 yang disebut tak akan beda jauh dari hasil jajak pendapat dari beberapa lembaga survei. Dia menyatakan, tingkat keterpilihan pasangan Jokowi-Maruf Amin dinilai lebih unggul ketimbang Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Lihat Juga : Berikut Lima Jenis Surat Suara Pemilu 2019 !

“Hasil survei itu kan nyaris tidak ada pergerakan signifikan melampaui elektabilitas Jokowi, terutama survei-survei yang dikeluarkan oleh lembaga yang secara reguler melakukan survei. Bukan lembaga survei yang hanya muncul lima tahun sekali,” ucap Adi Prayitno di Jakarta, Selasa (16/4).

WAJIB BACA :  Kubu Prabowo Tuding Ada Kecurangan dalam Pemilu 2019, Begini Reaksi Jokowi !
Copyright©cnnindonesia

Sementara menjelang hari tenang Pemilu 2019, beberapa lembaga survei yang meluncurkan hasil jajak pendapat mereka. Dimana Charta Politika yang menyebutkan elektabilitas pasangan Jokowi-Maruf di angka 55,7 persen, sementara tingkat keterpilihan pasangan Prabowo-Sandiaga sebesar 38,8 persen. Berdasarkan dari hasil survei terkini,

Saiful Mujani Research Center (SMRC) yang dikeluarkan pada Jumat (12/4) lalu yang hampir sama. Dimana Jokowi-Maruf Amin yang unggul dengan perolehan sebesar 56,8 persen sementara pesaingnya meraih suara sebesar 37 persen. Adapun pasangan capres nomor 01 pun unggul dari hasil survei Indo Barometer dengan 59,9 persen sementara

Prabowo-Sandiaga sebesar 40,1 persen. Selain itu, Lembaga Survei Median turut mengunggulkan calon petahana walaupun selisihnya nyaris tipis. Yakni Jokowi-Maruf 47,2 persen dan Prabowo-Sandiaga 39,5 persen. Adi yang mengaku, apabila melihat berdasarkan hasil survei yang kecendrungannya Jokowi unggul di pilpres nanti.

WAJIB BACA :  Pilpres 2019, PKS Ingin Raih Kemenangan Kembali saat Anies di Pilkada DKI !

Dimana dia menambahkan, keunggulan pasangan calon (paslon) 01 diperkirakan bisa dua digit atau satu digit. Jika ada tren kenaikan dari elektabilitas Prabowo-Sandi, tambah dia, itu berasal dari swing voter lantaran basis pemilih Jokowi trennya juga sedang naik. selanjutnya, hal tersebut bisa diterjemahkan jika  swing voter mengalami penurunan hingga menipis menjadi 7 persen.

Lihat Juga : Ribuan WNI di Sydney Tanda Tangani Petisi Pemilu Ulang Lantaran Tak Bisa Mencoblos !

“Artinya tidak ada migrasi pemilih dari 01 ke 02. Kecenderungannya hanya saling memperebutkan swing voter itu. Jokowi tidak memiliki tren turun, Prabowo juga demikian. Artinya strong voter kedunya tidak ada yang pindah,” pungkasnya

WAJIB BACA :  PDIP Ngaku Siap Hadapi Isu Agama dalam Pilkada dan Pilpres 2019 Nanti!

Melihat data tersebut, Adi berpendapat, hasil pilpres pada 17 April mendatang disebut tak akan jauh berbeda dari kebanyakan hasil survei. Dia menambahkan, jika ada perbedaan, perubahannya tidak akan terlalu banyak.

“Misalnya diprediksi menang 10-15 persen, kalaupun toh error, (margin error) survei itu kan 4 persen. Paling jatuhnya menang 10-11 persen. Itu margin error yang masih bisa ditoleransi,” katanya.

Lihat Juga : Hari Ini, Pemungutan Suara Pemilu 2019 Digelar di 3 Negara !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here