Benarkah Penghitungan Surat Suara KPU Bisa Di Hack ? Ini Penjelasannya !

0
645
Copyright©merdeka

Apakah Situs KPU Terkait Penghitungan Suara Bisa Di Retas ? Begini Kata Ahli !

Indowarta.com – Isu terkait server dan situs KPU yang dihack oleh orang luar negeri beredar luas beberapa saat usai pemungutan suara Pemilu 2019. Dimana isu tersebut yang lantas berkembang usai tak sedikit warga yang mengaku kesulitan untuk mengakses situs kpu.go.id. sementara Ketua Pengawas Internet Development Institute (ID Institute), M. Salahuddien Manggalany yang mengatakan bahwa sistem hitung (Situng) KPU tidak mungkin diretas oleh publik.

Baca Juga : Prabowo Deklarasi Sebelum Perhitungan Resmi KPU? Ini Kata Jubir BPN !

“Ibarat kolam ikan yang tidak tersambung ke sungai, atau laut manapun,” tegas Salahuddien, Kamis (18/4).

WAJIB BACA :  Masuki Kandang Prabowo di Sukabumi, Massa Padati Kampanye Jokowi !

“Apa pun yang terjadi dengan IT KPU, tidak akan mengubah hasil (perhitungan) pemilu. Karena yang down hanya server website-nya yang tidak terhubung ke sistem Situng,” tambah dia.

Copyright©cnnindonesia

Lepas dari itu, Sigit Widodo merupakan anggota dari ID Institute sekaligus mantan COO PANDI yang turut menambahkan mengenai Situng yang menggunakan jaringan tertutup yang tak terhubung dengan jaringan publik.

Data dari Situng hanya di-generate read only untuk disajikan kepada publik. Jika misalnya data yang muncul ke publik diretas, data di Situng sendiri tidak akan bisa diubah,” ujar Sigit.

“Peretasan hanya bisa dilakukan jika secara fisik si peretas datang dan menggunakan komputer yang ada di KPU atau KPUD,” tambah dia.

WAJIB BACA :  Gatot Nurmantyo Belum 'Pantas' Jadi Saingan Prabowo!

Mengenai kabar down-nya situs KPU, pengurus ID Institute Irwin Day yang lantas berpendapat jika ini bukanlah pertama kalinya server KPU down di masa pemilu.

Baca Juga : KPU Bereaksi, Soal Prabowo Unggul di Situs Resmi: Itu Belum Final !

“Setidaknya terjadi di dua pemilu terakhir. Ketika pilkada serentak lalu, dan pemilu kini,” kata Irwin.

Adapun Irwin yang lantas menuturkan, jika tim ID Institute yang telah memberikan apresiasi kepada KPU lantaran telah menambahkan resource yakni dengan cara menambah server serta memperbaiki jaringan, guna meningkatkan aplikasi (baru) dan menyewa SDM profesional. Tetapi, berdasarkan penuturan tim ID Institute

Penyebabnya dengan telatnya anggaran atau ketidaksesuaian anggaran yang ada dengan kebutuhan ideal. Sehingga untuk mengantisipasinya dapat melakukan pengurangan beban server, layanan atau server yang tidak ada kaitannya dengan pemilu di-offkan sementara.

Baca Juga : KPU: Surat Suara Tercoblos di Malaysia Disebut Kriminal, Jika.. !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here