Jokowi Gagal Tembus Benteng Prabowo di Jawa Barat, Ini Alasannya !

0
245
Copyright©cnnindonesia

Dibalik Gagalnya Jokowi Tembus Benteng Prabowo di Jawa Barat !

Indowarta.com – Diprediksi bahwa Prabowo yang kembali unggul di Jawa Barat pada Pilpres 2019. Dimana hal tersebut dari hasil hitung cepat CSIS yakni dengan meraih 100 persen surat suara yang masuk pada Kamis (18/4/2019), Prabowo yang menggandeng Sandiaga Uno sukses meraih 61,24 persen suara.

Lanjut Baca : Kubu Prabowo Tuding Ada Kecurangan dalam Pemilu 2019, Begini Reaksi Jokowi !

Dimana jumlah tersebut yang disebut memiliki selisih banyak dengan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin yang mana hanya meraih sebanyak 38,76 persen suara. Yang mana hasil hitung cepat tersebut yang disebut mengulang perolehan suara pada Pilpres 2014. Dimana pada waktu itu, Prabowo yang menggandeng Hatta Rajasa

WAJIB BACA :  Direkomendasikan Para Ulama, Prabowo-Abdul Somad Bertemu Hari ini !
Copyright©detik

Menang telak di Jabar yakni dengan perolehan suara sebanyak 59 persen. Sedangkan untuk Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla hanya meraih sekitar 40 persen suara. Sementara berdasarkan pandangan dari pengamat politik Universitas Padjajaran Firman manan yang mengatakan, kemenangan suara untuk Prabowo-Sandi

Di Jabar yang disebut tak lepas dari karakteristik religius pemilih di tanah Sunda. Disamping itu, beberapa isu yang dilontarkan sejak Pilpres 2014 mulai dari PKI sampai dengan kriminalisasi ulama yang ditujukan kepada Jokowi hal tersebut dinilai berhasil.

“Nyaris tidak ada perubahan suara dari 2014. Artinya basis massa Prabowo memang cukup kuat dan kelihatannya terawat didukung isu terkait sentimen agama ini,” ujar Firman kepada CNNIndonesia.com, Kamis (18/4).

WAJIB BACA :  Jawaban Setya Novanto Soal Kapan Penuhi Panggilan KPK!

Lanjut Baca : Jokowi-Ma’ruf Unggul di Quick Count, Walikota Solo Langsung Cukur Gundul !

Selain itu, dukungan dari ustaz pada beberapa waktu yang lalu juga disebut berpengaruh dengan perolehan suara Prabowo-Sandi di Jawa Barat. Seperti ustaz Abdul Somad, Adi Hidayat dan Abdullah Gymnastiar atau sering disebut Aa Gym.

“Itu ikut memberi pengaruh cukup besar pada para pemilih,” katanya.

Lepas dari itu, sedikitnya perolehan suara Jokowi-Ma’ruf di Jabae yang disebut tak lepas dari kinerja partai pengusung yang diduga tidak maksimal. Adapun Firman yang mengatakan, dari beberapa partai pendukung, terlihat hanya PDIP yang dianggap berkampanye secara penuh. Sedangkan untuk partai lain yang hanya fokus pada pemenangan pemilu legislatif saja.

Lanjut Baca : Meski Unggul dari Prabowo, Jokowi Tak Mau Lakukan Hal Ini !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here