Kubu Prabowo Tantang Balik 12 Lembaga Survei: Siapa Penyandang Dananya?

0
179
Sudirman Said
Copyright ©lintas parelemn

Kubu Prabowo Mau Buka Data Asalkan Lembaga Survei Ungkap Penyandang Dana !

Indowarta.com – Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang lantas menantang lembaga-lembaga survei yang tengah melakukan penghitungan cepat perolehan suara Pilpres 2019, untuk membongkar sosok penyandang dana mereka. Dimana hal itu yang sempat dinyatakan oleh Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said.

Lanjut Baca : Luhut Beberkan Isi Pembicaraan Via Telepon dengan Prabowo Subianto !

Berdasarkan keterangan dari Sudirman Said, masyarakat yang harus tahu siapa sosok yang telah memberikan dana kepada lembaga survei itu. ia yang mengatakan jika rakyat sudah tidak peduli dengan metodologi yang dipakai dan dipublikasikan sebagai pembuktian, namun soal penyandang dana yang bekerja dibelakangnya.

WAJIB BACA :  Masuki Kandang Prabowo di Sukabumi, Massa Padati Kampanye Jokowi !
Copyright©antara

Saya menantang mereka untuk membuka dananya dari siapa. Saya menantang lembaga survei dananya dari siapa. Metodologi hanya mereka yang perlu tahu, masyarakat enggak peduli,” kata Sudirman, di Media Center Prabowo-Sandi Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (22/4/2019).

Lantas Sudirman yang menyebut BPN bakal terus memublikasikan data real count internalnya. Tetapi, mantan Menteri SDM tersebut yang lantas meminta kepada lembaga survei yang disebut sudah menjadi tim kampanye Jokowi-Ma’ruf untuk membongkar nama penyandang dana terlebih dahulu.

Lanjut Baca : Prabowo Disebut Menolak, Saat Rizieq Shihab Minta Kerahkan People Power ?

“Bila diperlukan nanti kami siapkan. Tapi saya menantang lembaga survei yang terbukti menjadi tim kampanye siapa pendananya,” kata Sudirman.

WAJIB BACA :  Tuntut Prabowo untuk Minta Maaf, Massa Demo di Konjen Australia !

Disamping itu, Sudirman Said yang turut menyebutkan jika gelaran Pemilu 2019 ini yang disebut berbanding terbalik dengan Pilkada DKI Jakarta 2017. Yang mana ia menyebut jika Pilkada DKI yang tidak terjadi adanya kecurangan lantaran wilayahnya lebih kecil sehingga data yang masuk bisa lebih terpantau.

Ada perbedaan yang mendasar mengenai pemilu nasional ini, pertama fokusnya kan lebih terbatas DKI ini, dan kita melihat semuanya itu datanya lebih terpantau. Dan tidak ada tanda-tanda kecurangan sistemik dari awal. Masalah pemilu ini kan mulai dari DPT, dan sebagainya.

Lanjut Baca : KPU Sebut Salah Input C1 Terjadi pada Jokowi dan Prabowo !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here