Lagi! Bupati Talaud Sri Wahyudi Ditangkap KPK

0
244
Sri Wahyuni
Copyright©Boombastis

Terciduk! Bupati Cantik Kabupaten Talaud Sri Wahyuni Terkena OTT KPK

Indowarta.com – Di tahun 2019 ini, tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah banyak menangkap kepala daerah yang terbukti melakukan korupsi.

Dan hari ini tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melancarkan operasi tangkap tangan (OTT). Dan kali ini menyasar salah satu pimpinan daerah yakni Bupati Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara yang di ketahui bernama Sri Wahyuni Maria Manalip.

Laode M Syarief selaku wakil ketua KPK membenarkan timnya memang beroperasi di Manado dan Talaud hari ini. Akan tetapi, ia tak menyebutkan yang terkena OTT adalah Sri Wahyuni yang merupakan salah satu bupati cantik di Indonesia.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: KPK Tegaskan Kasus Hambalang Tak Akan Berhenti Di Nama Choel Mallarangeng !

Baca juga : Dugaan Makar, Polisi Bakal Periksa Eggi Sudjana Jumat Depan!

Laode M Syarief
Copyright©Politik Today

“Kami konfirmasi, ada tim penindakan KPK yang ditugaskan ke Manado dan Talaud pagi ini,” kata Laode saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Selasa (30/4/2019) di lansir dari Okezone.

Wakil Ketua KPK itu juga mengungkapkan penangkapan itu terkait lantaran adanya dugaan telah terjadi transaksi terkait pengadaan atau proyek di Pemerintah Kabupaten Kapulauan Talaud.

“KPK mengamankan 2 orang dari daerah tersebut termasuk unsur kepala daerah. Mereka sedang dalam perjalanan ke kantor KPK di Jakarta,” ucap Syarief.

Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga telah mengamankan enam orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang sudah di lancarkan sejak kemarin hari Senin, 29 April 2019 hingga siang tadi. Dan satu di antaranya adalah Sri Wahyuni.

WAJIB BACA :  Elza Syarief Minta Perlindungan Dari KPK Karena Dapat Ancaman Dari DPR!

Baca juga : Ini Reaksi Bawaslu soal Baliho Raksasa Kemenangan Capres Prabowo di Bogor !

Sri Wahyuni
Copyright©Kompas

Sementara 4 orang lainnya sudah berada di kantor KPK.  “Tim mengamankan 4 orang pihak swasta di Jakarta dan saat ini sudah berada di kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan,” ujarnya.

Dalam OTT, KPK membutuhkan waktu 1 x 24 jam untuk melakukan pemeriksaan awal bagi mereka yang terjaring OTT. Setelah itu, KPK akan menentukan status hukum mereka, apakah menjadi tersangka atau hanya sebagai saksi.

Untuk pengumuman tersangka bagi mereka yang terkena OTT biasanya akan di sampaikan oleh KPK dalam konferensi pers pada keesokan harinya.

Sri Wahyuni sendiri bukan kepala daerah pertama yang terjaring OTT oleh KPK, sebelumnya sudah puluhan kepala daerah yang juga harus berurusan dengan KPK karena kasus korupsi ataupun suap.

Baca juga : Wacana Pemindahan Ibu Kota ke Luar Jawa, Begini Kata Menteri Bappenas!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here