Kasus Bowo Sidik, KPK Geledah Kediaman Mendag, Enggartiasto Lukita!

0
673
Copyright©Beautiful

Usai Kantor, KPK Geledah Kediaman Enggartiasto Terkait Kasus Bowo Sidik!

Indowarta.com – Baru-baru ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kediaman Menteri Perdagangan (Mendag) yakni Enggartiasto Lukita pada Selasa, 30 April 2019.

Penggeledahan itu terkait dengan kasus dugaan gratifikasi yang di terima anggota DPR RI Fraksi Golkar yakni Bowo Sidik Pangarso.

“Ya ada kegiatan penggeledahan di rumah Enggartiasto Lukita, Selasa sore kemarin,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (2/5/2019) di lansir dari Liputan6.

Febri menyebutkan, selain kediaman Enggartiasto Lukita di Jalan Sriwijaya, Kabayoran Baru, Jakarta Selatan. Penyidik juga menggeledah beberapa lokasi lainnya. Tapi Febri tak merinci lokasi lain yang di geladah KPK.

WAJIB BACA :  Anies Baswedan dan Sandiaga Uno Pilih Orang-orang Ini Untuk KPK DKI Jakarta!

Baca juga : Jaksa Ungkap Pengakuan Imam Nahrawi Umrah Pakai Dana Kemenpora !

“Penyidik bergerak ke beberapa tempat dalam beberapa hari kemarin untuk menelusuri bukti dan informasi yang relevan. Ini merupakan bagian dari proses verifikasi beberapa informasi yang berkembang di penyidikan, terutama terkait dengan apakah benar atau tidak info tentang sumber dana gratifikasi yang diduga diterima BSP (Bowo),” kata Febri.

Copyright©Tribun

Sebelumnya, Senin (29 April 2019), penyidik KPK juga menggeledah kantor Mendag. Dalam penggeledahan tersebut KPK telah menyia beberapa dokumen dan sejumlah barang bukti elektronik.

Sementara itu, KPK sendiri telah menetapkan anggota KOmis VI DPR dari Fraksi Golongan Karya (GOLKAR) yakni Bowo Sidik Pangarso sebagai tersangka kasus dugaan suap distribusi pupuk.

WAJIB BACA :  KPK Resmi Lakukan Penahanan Terhadap Setya Novanto!

Baca juga : Terkait Hasil Ijtima Ulama III, Prabowo Subianto Tegaskan Hal Ini !

Tak hanya Bowo Sidik saja, KPK juga menjerat dua orang lainnya yakni Marketing Manager PT Humpus Transportasi Kimia (PT.HTK), Asty Winasti dan pegawai PT Inersia bernama Indung.

Copyright©Detik

KPK menduga adanya pemberian dan penerimaan hadiah atau jani terkait dengan kerja sama pengangkutan bidang pelayaran untuk kebutuhan distribusi pupuk menggunakan kapa PT HTK.

Dalam perkara ini, Bowo Sidik di duga meminta fee kepada PT Humpus Transportasi Kimis atas biaya angkut yang di terima sejumlah USD 2 per metric ton. Di duga, Bowo Sidik telah menerima suap sebanyak tujuh kali dari PT HTK.

WAJIB BACA :  KPK Tetapkan Politikus Golkar Markus Nari Tersangka di Kasus Miryam!

Total uang suap dan gratifikasi yang di terima oleh Bowo Sidik dari PT HTK maupun dari pihak lainnya yakni sekitar Rp 8 miliar. Uang itu sendiri di kumpulkan oleh Bowo untuk melakukan serangan fajar pada Pemilu 2019.

Baca juga : Lagi! Bupati Talaud Sri Wahyudi Ditangkap KPK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here