KPU Berikan Tanggapan Soal Habib Rizieq Minta Real Count Disetop!

0
308
Copyright©Kompas

Habib Rizieq Minta Real Count Dihentikan, KPU Tegasnya Pihaknya Tak Bisa Ditekan!

Indowarta.com – Seperti di ketahui pada tanggal 17 April 2019 lalu telah selesai di gelar pemilu serentak, meliputi pemilihan anggota legislative dari mulai kabupaten hingga pusat serta pemilihan presiden dan wakil presiden 2019-2024.

Nah setelah masyarakat menyalurkan hak pilihnya di TPS masing-masing, kini Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku badan penyelenggara pemilu tengah melakukan perhitungan suara. Dan untuk hasilnya akan di umumkan pada tanggal 22 Mei 2019 mendatang.

Di tengah proses perhitungan tersebut, Habib Rizieq Syihab menyarankan kepada Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendesak KPU menghentikan real count.

WAJIB BACA :  Partai Idaman Akan Konsultasi ke Bawaslu Karena Tak Lolos KPU!
Ijtima Ulama III
Copyright©Tribun

Menanggapi hal tersebut KPU menegaskan sebagai lembaga yang tidak bisa di tekan dan hanya tunduk pada undang-undang. Hal itu di sampaikan sendiri oleh Komisioner KPU yakni Wahyu Setiawan.

Baca juga : Terkait Hasil Ijtima Ulama III, Prabowo Subianto Tegaskan Hal Ini !

“KPU tidak akan tunduk dan pihak mana pun, itu prinsip, dari pihak mana pun kami tidak akan tunduk dan kami akan membuktikan itu,” ujar Komisioner KPU Wahyu Setiawan di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019)di lansir dari Detik.

“Kami juga tidak akan tunduk kepada 01 dan 02 dan siapa pun, KPU hanya bertunduk kepada UU,” imbuh Wahyu.

WAJIB BACA :  KPU Resmi Larang Eks Napi Korupsi Jadi Caleg dalam Pemilu 2019 Nanti

Wahyu juga mengatakan agar semua pihak memberikan kesempatan bagi KPU untuk bekerja. Saat ini proses penghitungan suara memang masih terus di lakukan oleh KPU.

Baca juga : Hal Ini yang Membuat Rizieq Shihab Minta BPN Hentikan Penghitungan di Situs KPU !

“ Jangan menekan KPU karena KPU tidak bisa di tekan oleh siapa pun.” Tegasnya.

Yusuf Martak
Copyright©

Sementara itu, pesan Rizieq itu di sampaikan oleh Ketua Penanggung Jawab Ijtima Ulama III, Yusuf Muhammad Martak pada Rabu (01/05/19) kemarin. Yusuf mengatakan bahwa Rizieq menyarankan hal itu karena menilai real count bisa berbahaya dan membentuk opni salah di masyarakat.

“Jadi habib menyarankan agar BPN segera ke Bawaslu dan kita kawal ke KPU agar BPN itu menghentikan real count agar tidak membentuk opini yang jelek di masyarakat, yang akhirnya membingungkan masyarakat, itu yang jadi bahaya,” ujar Yusuf di Hotel Lor In, Sentul, Bogor, kemarin.

WAJIB BACA :  Kontroversial, TKN Jokowi Nilai Hasil Ijtima Ulama III Politik Ugal-Ugalan dan Menyesatkan Umat!

Yusuf menilai setiap hari angka di Situng KPU tidak bergerak dan hanya berada di angka 54. Dia menilai sebanyak apapun suara daerah yang masuk, nilainya tetap dan tidak berubah.

Baca juga : Kontroversial, TKN Jokowi Nilai Hasil Ijtima Ulama III Politik Ugal-Ugalan dan Menyesatkan Umat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here