Masalah PSU Kuala Lumpur Bakal Dibahas Bawaslu Saat Rapat Rekap di KPU

0
743
Pemungutan Suara Ulang Pemilu 2019
Copyright©iNews

Bawaslu Bakal Bahas PSU Kuala Lumpur

Indowarta – Meski Pemilu 2019 Indonesia sudah dilaksanakan di berbagai wilayah dan kini dalam proses penghitungan suara, namun berbagai macam masalah yang berkaitan dengan hal tersebut masih belum pada kelar. Banyak sekali permasalahan-permasalahan yang timbul pasca Pilpres dan Pileg 2019, terutama BPN yang sering kali menyuarakan penolakan terhadap hasil pemilihan kemarin karena dinilai banyak kecurangan terjadi dimana-mana, terutama di Malaysia yang disebut banyak surat suara sudah tercoblos

Berkaitan dengan hal tersebut, beberapa pihak meminta untuk pemungutan suara ulang alias PSU di wilayah Kuala Lumpur. Dan sepertinya Bawaslu mendatang akan menyampaikan masalah tersebut ketika rapat rekapitulasi Nasional yang segera digelar di KPU RI mendatang. Hal itu dikarenakan Bawaslu mengatakan kalau pihaknya sudah merekomendasikan agar surat suara untuk PSU via Pos yang masuk setelah 15 Mei 2019 atau lewat batas dari pengembalian surat suara tidak usah dihitung, akan tetapi PPLN Kuala Lumpur tetap menghitungnya.

WAJIB BACA :  Presiden Jokowi Tetapkan 17 April 2019 Sebagai Libur Nasional !

“Tetap dihitung sama teman-teman (PPLN KL) itu yang masuk tanggal 16 Mei. Tapi tunggu nanti, tunggu direkapitulasi, kita punya sikap sendiri masalah itu. Nanti akan kami ungkapkan,” seperti itulah yang dikatakan Anggota Bawaslu bernama Rahmat Bagja.

Rahmat Bagja Bawaslu
Copyright©Kompas Regional

Bukan cuman itu saja, Bawaslu nantinya juga bakal mempertanyakan masalah jumlah DPT pada PSU KL ini, dikarenakan ia berpendapat kalau seharusnya jumlah DPT ini tidak mengembang hingga 250 ribu. Akan tetapi sampai sekarang, Rahmat mengaku kalau dirinya belum mengetahui kapan jadwal rekapitulasi Nasional untuk Kuala Lumpur ini diselenggarakan oleh KPU RI. Akan tetapi yang jelas, nanti untuk hasil penghitungan yang ada di Negeri tetangga ini akan dibawa pulang untuk dibahas bersama Bawaslu dan juga para saksi.

WAJIB BACA :  Rentan di Retas, KPU Sebut Setiap Hari Ratusan Hacker Menyerang!

Perlu diketahui bahwa untuk Pemilu 2019 kemarin, PPLN Kuala Lumpur telah mengadakan PSU via Pos setelah diketahui adanya dugaan surat suara tercoblos beberapa waktu lalu. Rahmat Bagja juga mengungkap kalau tanggal 15 Mei itu sudah batas akhir untuk pengembalian surat suara via pos, sesuai dengan surat KPU RI, dan tanggal 16 Mei sudah dilakukan perhitungan surat suara.

Akan tetapi masih ada saja surat suara yang datang setelah tanggal 15 Mei, sehingga Panwas di KL menyarankan agar KPU tidak turut menghitung surat suara tersebut. Atas kejadian ini, Rahmat Bagja juga menyesalkan surat suara yang datang setelah melewati batas tenggat waktu ini, dan Bawaslu juga menilai kalau PPLN Kuala Lumpur telah menabrak peraturan kalau surat suara yang datang ini telah melewati batas waktu penerimaan.

baca juga: Sayembara Rp100 Miliar Jika Kubu 02 Bisa Buktikan Pemilu Curang !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here