Kubu Prabowo Dinilai Berat Jika Ajukan Gugatan ke MK Karena Masalah Ini

0
954
Mahkamah Konstitusi
Copyright©Radio Idola Semarang

Pembuktiannya Dinilai Cukup Berat Untuk Dipenuhi

Indowarta – Tidak lama setelah Pemilu 2019 kemarin berlangsung, kubu Prabowo mendapati informasi-informasi tentang kecurangan yang terjadi di sejumlah TPS. Dan permasalah tersebut berbuntut panjang hingga sekarang, namun masih belum menemukan titik temu untuk penyelesaiannya. Beberapa kali disebutkan kalau Kubu Prabowo tidak ingin menyelesaikan masalah tersebut di MK karena dinilai pasti ada beberapa taktik yang justru malah merugikan pihaknya, sebab lawannya adalah Petahana.

Akan tetapi Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) dari Fakultas Hukum Universitas Andalas bernama Feri Amsari telah mengungkap kalau paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi perlu mempersiapkan diri kalau ingin menggugat masalah kecurangan dalam Pemilu ini ke Mahkamah Konstitusi (MK). Pernyataan tersebut disampaikannya dalam diskusi Alternatif Penyelesaian Kisruh Pemilu yang digelar di D’Hotel, Jakarta, Selasa (21/05/2019) tadi.

WAJIB BACA :  Jusuf Kalla Komentari Pertemuan Prabowo dan SBY!

“Persiapan yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan sematang-matangnya alat bukti. Karena saya dengar kan yang di Bawaslu, menurut saya agak mengecewakan ya alat buktinya berupa print out link berita online. Tentu saja memberatkan kubu Pak Prabowo untuk membuktikan telah terjadi kecurangan secara terstruktur, sistematis, dan masif yang dapat mengubah hasil pemilu,” begitulah ungkap Feri.

Selain itu, ia juga mengingatkan kalau hendak menggugat ke Mahkamah Konstitusi harus bisa menunjukkan alat bukti secara valid dan tepat, agar tidak terjadi kesalahan dalam pengambilan kebijakan oleh MK. Feri mengatakan kalau sekarang selisih suara sekitar 16 juta 900 ribuan, dan kalau memang ingin menggugat ya harus mampu membuktikan jumlah suara sebanyak itu, dimana pada dasarnya hak suara yang harus menjadi miliknya namun direnggut lawan. Satu per satu harus dibuktikan surat suara tersebut. Jadi, setidaknya harus ada 100.000 hingga 200.000 TPS yang terlibat dimana masing-masing setidaknya melakukan 100 kecurangan.

WAJIB BACA :  AHY Sebut Dirinya Harus Siap Jadi Presiden!
Seminar
Feri Amsari yang Paling Kanan; Copyright©Kompas

“Tebakan saya, pihak yang mengalami kekalahan, bukan tidak tahu bahwa angka yang dibutuhkan sebesar itu, karena berat ini. Misalnya kebutuhan saksi dalam hari H Pemilu kemarin agak rumit di masing-masing pihak sehingga tidak banyak form C1 misalnya bisa diperoleh oleh masing pihak sebagai alat bukti valid,” tambah Feri.

Untuk itulah Feri menilai kalau pihak sekitar Prabowo-Sandi sempat mendorong agar tidak menggugat hasil Pilpres 2019 ini ke MK. Melihat tahun 2014 dimana kubu-nya yang mengalami kekalahan harus memberikan bukti sekitar 57 ribu TPS yang bermasalah, akan tetapi tidak terpenuhi bukti tersebut sehingga ya permohonannya ditolak oleh Mahkamah Konstitusi. Lantas, seperti apakah kelanjutan dari masalah pasca Pemilu 2019 ini? Nantikan informasi terbaru berikutnya.

baca juga: Sayembara Rp100 Miliar Jika Kubu 02 Bisa Buktikan Pemilu Curang !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here