Aksi Demo 22 Mei Bisa Perlambat Perekonomian Indonesia, Ini Sebabnya!

0
1260
Baricade Kepolisian di Bawaslu
Copyright©kumparan

Demo 22 Mei Hambat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2019

Indowarta – Memang sih beberapa hari sebelum tanggal 22 Mei 2019 ini, sudah banyak yang melakukan persiapan untuk melakukan aksi demo di sekitaran kantor Bawaslu, Jakarta Pusat. Hal itu sebagian besar berkaitan dengan penolakan hasil Pemilu 2019 yang dinilai banyak dilakukan kecurangan oleh kubu Paslon 02. Namun ternyata, diduga ada kelompok lain yang ikut serta dalam unjuk rasa tersebut dan diantara mereka ada yang susah untuk dikendalikan.

Untuk memanasnya suasana politik di Indonesia ini yang disebabkan oleh aksi demi 22 Mei tersebut, ternyata juga berpengaruh terhadap iklim investasi loh. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi di Indonesia akan terhambat untuk berkembang.

WAJIB BACA :  Daftar ke KPU, Partai Berkarya Besutan Tommy Soeharto Berharap Bisa Ikut Pemilu 2019!

“Risiko politik yang meningkat membuat persepsi investor menurun terhadap iklim investasi di Indonesia,” seperti itulah yang dikatakan oleh Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) bernama Bhima Yudhistira Adhinegara ketika berwawancara berama media detikFinance.

Bukan hanya dia saja, melainkan sejumlah pengamat ekonomi Indonesia lainnya juga turut berkomentar tentang permasalahan ini. Seperti Pieter Abdullah yang merupakan Ekonom Center of Reform on Economics (Core) ini juga berkomentar terkait masalah trending yang tengah terjadi tersebut. Dimana ia mengatakan “Iya sentimen buat iklim investasi. Tapi dalam jangka pendek hanya berdampak pada sektor keuangan.”

Aksi 22 Mei
Copyright©detikFinance

Dalam keterangan lanjutannya, Bhima telah mengungkap kalau memanasnya politik ini telah berlangsung cukup lama, dimana menurutnya ketika masa kampanye berlangsung waktu lalu hingga puncaknya 22 Mei 2019 ini tiada henti-hentinya. Dan tentu saja masalah yang berkaitan dengan Pemilu 2019, terutama Pilpres 2019 ini bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2019 ini.

WAJIB BACA :  BPN Bantah Terkait Isu Prabowo Usir Sandiaga Uno Usai Hitung Cepat !

Sebagaimana yang dilaporkan tren FDI, diperkirakan kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan terus mengalami penurunan, setelah sebelumnya pada kuartal pertama tahun 2019 kemarin hampir minus 1%. Dengan jumlah rendahnya investasi ini nantinya bisa mengakibatkan pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan dibawah 5%.

Bukan cuman itu saja, dikatakan pula kalau demo 22 Mei ini juga telah mengganggu kebiasaan masyarakat Indonesia yang mana biasanya berbelanja menjelang lebaran di pusat pertokoan yang ada di wilayah sekitar aksi protes terhadap hasil Pilpres 2019 tersebut. Dengan demikian, sektor ritel juga mengalami penurunan pastinya. Jadi, diharapkan untuk permasalahan ini segera usai dan tidak melibatkan kerusuhan besar lagi, biarlah hukum yang berbicara, selesaikan semuanya di pihak berwajib.

baca juga: Kubu Prabowo Dinilai Berat Jika Ajukan Gugatan ke MK Karena Masalah Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here