PSSI Dukung Penggunaan Teknologi VAR di Liga 1 2019

0
857
Pakai VAR
Copyright©Diario AS

Teknologi VAR Bisa Membuat Pertandingan Makin Sportif

Indowarta – PSSI telah melakukan berbagai macam upaya untuk menjaga jalannya pertandingan Sepak Bola di Indonesia agar berlangsung seru, adil, dan bermanfaat bagi banyak orang. Nah, untuk menjaga permainan yang sportif dan lebih terperinci, Komite Eksekutif PSSI telah memutuskan untuk menggunakan Video Asisstant Referee (VAR) di Liga 1 2019 mendatang.

Berkenaan dengan hal tersebut, sekarang ini PT Liga Indonesia Baru telah diberikan tugas untuk membuat kajian dari segi anggaran dan juga infrastruktur yang dibutuhkan untuk mengaplikasikan teknologi Sepak Bola yang modern tersebut.

Untuk kesepakatan ini telah berlangsung di Jakarta pada akhir pekan kemarin, dan LIB sendiri kabarnya juga segera melakukan pengkajian terhadap anggaran biaya untuk mengaplikasikan VAR di beberapa Stadion Tanah Air, kemudian PSSI akan melakukan persiapan kajian tentang regulasi yang sesuai dengan peraturan FIFA.

“PSSI tentunya juga akan menyiapkan wasit-wasit terbaik yang nantinya bertugas di belakang layar dalam pengoperasian VAR,” seperti itulah yang dikatakan oleh Sekretaris Jendereal PSSI, Ratu Tisha Destria, sebagaimana dilansir dari laman resmi PSSI.

WAJIB BACA :  Jadwal Liga 1 GoJek Traveloka Pekan Ke-13, Banyak Big Match Tersaji!
FIFA VAR Room
Copyright©CNN International

Perlu diketahui bahwa untuk penerapan teknologi VAR ini memiliki pengaruh cukup besar terhadap tingkat sportifitas pertandingan. FIFA telah menggunakannya pada Piala Dunia 2018 kemarin di Rusia, dan hasilnya cukup memuaskan, wasit dapat menentukan berbagai macam pelanggaran dengan lebih tepat dan akurat.

Selain Indonesia, Vietnam kabarnya juga bakal menjadi salah satu Negara Asia Tenggara lainnya yang akan menggunakan VAR untk putaran kedua V League musim 2019. Akan tetapi Presiden Vietnam Professional Football (VPF), Tran Anh Tu tengah mempertimbangkan 2 opsi VAR yang bakal diimplementasikan.

Pertama, pembangunan pusat VAR akan dilakukan di Hanoi karena memang kota tersebut sudah memiliki jaringan yang memadai di stadion. Akan tetapi harganya cukup mahal, 644.000 hingga 688.000 dollar Amerika setahun. Dan tidak cukup mudah menerima sinyal dari stadion yang terletak di tempat jauh, misal seperti Pleiku.

WAJIB BACA :  Semen Padang Sambut Hangat Revisi Jadwal Pekan Terakhir Liga 1!

Dan opsi kedua yakni mengaplikasikan semua peralatan VAR ke mobil VAN untuk pergi ke stadion. Dan untuk biaya tersebut cuman membutuhkan biaya 258.000 USD atau sekitar Rp 3,6 miliar saja. Kemungkinan untuk pilihan kedua ini juga cukup efektif untuk diterapkan di Indonesia, bagaimana menurut kalian?

baca juga: Pesona Kecantikan Sabina Altynbekova, Atlet Voli Putri Kazakhstan yang Menggoda !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here