Dikembalikan ke Sukamiskin, KPK Inginkan Novanto Dikirim ke Nusakambangan

0
1003
Tahanan Setya Novanto
Copyright©Rakyat Sulsel

KPK Minta Setya Novanto Dikirim ke Nusakambangan

Indowarta – Sebagian masyarakat tentunya sudah tidak asing lagi ketika disebut nama Setya Novanto, dikarenakan kasusnya memang telah berdampak langsung terhadap masyarakat, yakni korupsi proyek e-KTP yang merupakan salah satu proyek pemerintahan dalam kapasitas sangat besar.

Nah, beberapa waktu lalu Setnov telah dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur selama sebulan. Hal ini dikarenakan ketika dirinya ditaruh di Lapas Sukamiskin, masih bisa keluyuran ke berbagai tempat dengan santainya.

Pemindahan ini dilakukan setelah diketahui Setya Novanto memanfaatkan kebebasan dirinya dalam melakukan pengobatan di salah satu Rumah Sakit. Ketika sudah waktunya pulang, ia beralasan ingin membayar pembiayaan terlebih dahulu, namun ternyata malah babalas ke toko bangunan.

WAJIB BACA :  Mengintip Kondisi Ruang Tahanan yang Akan Dihuni Oleh Setya Novanto 20 Hari Ke Depan!

Namun sekarang Terpidana kasus Korupsi e-KTP ini telah kembali ke Lapas Sukamiskin. Disisi lain, pihak KPK telah mengungkit terkait wacana pemindahan koruptor ke Lapas Nusakambangan, terutama bagi para elite dengan jumlah korupsi yang sangat besar.

Tahanan Setya Novanto
Copyright©Rakyat Sulsel

“Kami berharap rencana yang sudah disusun untuk meletakkan napi kasus korupsi terutama berdasarkan pemilahan yang sudah dilakukan dengan indikator tertentu atau pelaku korupsi high level itu bisa segera dipindahkan ke Lapas Nusakambangan,” seperti itulah yang dikatakan oleh Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jaksel, sebagaimana dilansir dari DetikNews, Selasa (16 Juli 2019).

Jika memang tidak dipindahkan ke maximum security, Febri menyatakan kalau napi korupsi e-KTP ini juga bisa dipindahkan ke level lainnya di Nusakambangan saja. Dan dia juga mengatakan kalau para koruptor memiliki risiko cukup tinggi, terutama untuk mengulangi kejadian serupa di lain waktu.

WAJIB BACA :  Setya Novanto Dihadang, Hukum 'Meradang'!

“Kalaupun tidak dipindah ke maximum security bisa dipindah ke level-level lain. Tapi kita tahu narapidana korupsi ini sebenarnya mempunyai risiko cukup tinggi terutama untuk pengulangan tindak pidana korupsinya,” jelas Febri.

Perlu diketahui bahwa Setya Novanto harus menelan hukuman penjara selama 15 tahun atas kasus Korupsi e-KTP. Dan ia juga harus membayar denda sebesar Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Kemudian untuk hak politiknya telah dicabut selama 5 tahun. Bukan cuman itu, ia diwajibkan untuk membayar uang pengganti sebesar USD 7,3 juta.

baca juga: Sering Keluyuran dan Kelabuhi Pengawal, Kini Setnov Dipindah ke Rutan Gunung Sindur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here