Begini Pernyataan Pemerintah Setempat di Tengah Masyarakat Papua yang Masih Memanas

0
762

Gubernur Jatim Telepon Lukas Enembe

Indowarta – Beberapa hari terakhir ini heboh di sosial media ataupun media berita Tanah Air terkait masalah masyarakat Bumi Cenderawasih, Papua yang protes akan keadilan karena saudaranya yang tengah berkuliah di Surabaya, Malang dan juga Semarang kabarnya tidak mendapatkan hak yang semestinya.

Walaupun ini masih isu SARA, akan tetapi penyebaran informasi ini berlangsung begitu cepat ke masyarakat di pulau Timur. Bukan saja terjadi kerusuhan di Kota Sorong, Kabupaten Manokwari saja, melainkan aksi massa juga terjadi di Jayapura.

Tentu saja menanggapi masyarakat yang memanas ini, pihak pemerintahan turun ke lapangan untuk menenangkan mereka dan mendengarkan segala keluh kesahnya. Disisi lain, Gubernur Khofifah Indar Parawansa juga telah meminta maaf kepada masyarakat Papua. Ia meminta maaf terkait perkataan tidak pantas dari warganya yang ditujukan untuk masyarakat Papua.

WAJIB BACA :  Beri Dukungan Penuh, Khofifah Deklarasikan Jokowi-Ma’ruf Amin di Hong Kong !

“Teman-teman semua ini antara lain yang terkonfirmasi ke beberapa elemen kemudian menimbulkan sensitivitas adalah kalimat-kalimat yang kurang sepantasnya terucap. Saya ingin menyampaikan bahwa itu sifatnya personal itu tidak mewakili masyarakat Jatim,” ujar Khofifah, dilansir dari media detik.com, Senin (19 Agustus 2019).

Kemudian untuk hal serupa juga dilakukan oleh Wali Kota Malang, Sutiaji. Ia mengaku kalau ingin bertemu dengan Gubernur Papua, Lukas Enembe. Dan Sutiaji juga menyampaikan maafnya soal insiden kecil yang terjadi beberapa waktu kemarin.

“Kalaupun ada insiden kecil yang dimaknai besar, kalau antar masyarakat kami mohon maaf sebesar-besarnya. Siapapun berhak menyampaikan pendapat, asalkan tidak keluar dari koridor hukum. Wawali kapasitasnya sebagai apa?, kami juga belum tahu. Apakah mengatasnamakan warga atau FKPPI,” ucapnya kepada media ketika di Balai Kota Malang Jalan Tugu.

WAJIB BACA :  Ridwan Kamil Tantang Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Debat!

Bahkan pernyataan maaf berasal dari Wali Kota Surabaya, Ibu Tri Rismaharini (Risma). “Saya pikir itu tidak perlu saya, sekali lagi kalau memang itu ada kesalahan di kami di Surabaya, saya mohon maaf, tapi tidak benar kalau kami dengan sengaja mengusir, tidak ada itu,” ucap beliau ketika di Kantor DPP PDIP, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat.

Kemudian Gubernur Papua, Lukas Enembe juga bercerita kalau Khofifah Indar Parawansa telah telepon dirinya. Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Timur ini menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi di asrama mahasiswa Papua di Surabaya di hari Jumat, 16 Agustus 2019 kemarin. Sekaligus, ia juga cerita kalau masyarakat Papua cinta dengan Gus Dur, Presiden RI ke-4.

WAJIB BACA :  Emil Dardak Membelot Demi Pilkada Jatim, Ini Reaksi PDIP!

“Saya sampaikan orang Papua mencintai Gus Dur (Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid). Ibu gubernur (Khofifah) tuh kadernya Gus Dur, kenapa mahasiswa saya dianiaya seperti itu hanya karena masalah bendera, tidak dibenarkan. Saya sudah sampaikan ke pemerintah, orang Papua punya martabat yang tinggi, harga diri yang tinggi, terbukti anak-anak saya sekarang di seluruh dunia, 1.500 orang saya kirim dan mereka berhasil mencapai nilai yang bagus. Kenapa sudah 74 tahun Indonesia merdeka masih ada orang yang berpikiran seperti zaman penjajahan,” jelas Lukas.

baca juga: 3 Prajurit TNI Gugur dalam Kontak Senjata dengan Kelompok Bersenjara di Papua !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here