Berbagai Masalah Kesehatan yang Mengancam Pekerja Pabrik

0
230
Cek Kesehatan Pekerja Pabrik

Indowarta – Lingkungan kerja sangat berpengaruh pada kesehatan seseorang. Salah satunya mereka yang memiliki pekerjaan di kawasan pabrik. Ada banyak bahaya kesehatan yang mengancam mereka, mulai dari yang ringan hingga bisa menyebabkan kematian. Berikut masalah kesehatan yang bisa mengancam mereka yang bekerja di pabrik.

  1. Mengacaukan Ritme Sirkadian

Perubahan yang terjadi pada pola perilaku, fisik, hingga mental seseorang dalam 24 jam disebut dengan ritme sirkadian. Biasanya hal yang berpengaruh pada ritme ini adalah cahaya yang terdapat dalam suatu lingkungan. Tubuh manusia akan secara alami memasuki tahap relaksasi saat suasananya sudah gelap atau malam hari. Lalu bagaimana dengan kondisi pekerja pabrik?

Tentu ritme sirkadian mereka terganggu karena pada saat tubuh mengalami proses relaksasi mereka masih harus aktif bekerja. Kita yang selalu melawan naluri alami tubuh untuk istirahat agar bisa bekerja maksimal tentu berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental. Misalnya menyebabkan kelelahan, melemahnya imunitas, perubahan mood, menurunkan kemampuan berpikir, dan memiliki reflek yang buruk.

  1. Kualitas Tidur yang Buruk

Bagi para pekerja pabrik yang menjalani pekerjaan dengan sistem shift biasanya mengalami gangguan tidur. Biasanya hal ini berhubungan dengan gangguan yang terjadi pada ritme sirkadian yang dialami. Tidak hanya bagi mereka yang menjalani shift malam, tapi mereka yang bekerja dari subuh juga bisa mengalami gangguan tidur ini.

WAJIB BACA :  BPJS Kesehatan Terancam Defisit Hingga Rp 9 Triliun!

Dampak dari kualitas tidur yang buruk ini menyebabkan pekerja menjadi tidak fokus, kurang terampil, hingga tidak produktif. Selain itu orang yang mengalami gangguan tidur juga rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan.

  1. Rentan Terkena Stres

Ada banyak faktor yang membuat pekerja pabrik rentan terkena stres. Mulai dari pekerjaan yang monoton atau begitu-begitu saja, tidak punya kendali atau kuasa untuk membuat keputusan, keterampilan yang tidak bisa diaplikasikan dalam pekerjaan, takut kehilangan pekerjaan, bayaran yang tidak sesuai dengan tuntutan kerja, serta jenjang karir yang tidak jelas.

Mereka akan merasakan bahwa pekerja di pabrik tidak memberi keuntungan yang diinginkan. Beberapa orang bahkan merasa tidak terpenuhi kebutuhan hidupnya selama bekerja, namun mereka juga tidak tahu harus bekerja di mana. Hal-hal seperti ini yang membuat banyak pekerja pabrik terkena stres hingga depresi.

  1. Kelebihan Berat Badan

Pekerja pabrik dengan sistem shift ternyata rentan terkena obesitas jika dibandingkan pekerja lain yang memiliki jam kerja lebih teratur. Hal ini bisa terjadi tekanan darah sistolik yang dimiliki pekerja pabrik cenderung tinggi akibat kelebihan kadar lemak di dalam tubuh. Tingginya tekanan darah tersebut bisa terjadi karena gaya dan pola hidup yang tidak teratur hingga berujung pada kegemukan.

WAJIB BACA :  Sering Disepelekan, 3 Penyakit Ini Kerap Mengganggu Saat Berkendara !

Dampaknya kita menjadi rentan terkena penyakit seperti diabetes tipe 2. Penyakit ini bisa terjadi karena sel-sel dalam tubuh yang kelebihan lemak tidak mampu merespon insulin dengan baik, resistensi insulin ini menyebabkan kita terkena diabetes tipe 2.

  1. Penyakit Degeneratif

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan risiko terkena kanker pagi pekerja wanita yang menjalani sistem shift. Jam biologis tubuh yang terganggu akibat jam kerja yang tidak pasti memungkinkan kita terkena diabetes, depresi, kegemukan, hingga gangguan kesehatan jantung.

Banyak risiko kesehatan yang mengancam pekerja pabrik tentu harus bisa diantisipasi dengan baik. Jika merasa tubuh sudah tidak kuat untuk bekerja shift dalam jangka waktu yang panjang, cobalah untuk mencari pekerjaan lain dengan terlebih dulu menyiapkan skill yang sesuai tentunya.

WAJIB BACA :  Lama Belum Punya Keturunan? Berikut Tips Ampuh Agar Cepat Hamil!

Namun jika kita ingin bertahan maka ada beberapa perubahan dan penyesuaian yang perlu dilakukan. Mulai dari menjaga pola makan, gaya hidup yang sehat, hingga menjaga asupan makanan. Cobalah untuk selalu makan tepat waktu dalam porsi yang cukup. Jangan menahan lapar, karena kita bisa memakan makanan dalam jumlah banyak sekaligus.

Jika memungkinkan kita bisa mencoba untuk melakukan beberapa aktivitas fisik yang ringan saat bekerja. Misalnya dengan sedikit peregangan yang dapat memperlancar peredaran darah. Dengan demikian kita bisa mengembalikan fokus yang mulai hilang.

Untuk perlindungan kesehatan yang lebih baik, tidak ada salahnya jika kita mencoba memiliki asuransi kesehatan. Karena risiko kesehatan yang kita miliki tentu memerlukan perlindungan yang terbaik dari asuransi.

Perusahaan yang baik tentu akan menghormati hak pekerja, meski hanya di pabrik. Asuransi karyawan adalah sebuah keharusan yang tidak boleh diabaikan apalagi di industri dengan risko kecelakaan kerja tinggi.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here