Kisah Ibu Rumah Tangga di Pangandaran 4 tahun Sewakan ‘Bilik Cinta’

0
130
Sewa Bilik Cinta

Bukan Cuman Tawarkan Kamar, Wanita Pemuas Nafsu Juga Disediakan

Indowarta – Dewi (bukan nama sebenarnya) sedang apes saat akhirnya dia digiring polisi akibat bisnis haramnya. Dewi diketahui sudah 4 tahun menggeluti bisnis sewa kamar ‘bilik cinta’ untuk pria hidung belang memuaskan nafsu bejatnya.

Ibu rumah tangga yang tinggal di Dusun Cikarang, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, tersebut diciduk polisi dari Polres Ciamis bersama kedua asistennya, sebut saja Lili (42) dan Harum (42).

Bersama Lili dan Harum, ibu rumah tangga yang kerap dipanggil Bunda oleh para pelangganya ini, juga menyediakan tiga ruang kamar di rumahnya untuk digunakan para pelanggannya memadu kasih.

Jika sedang beruntung, dalam sehari Dewi menerima 10 pasangan yang memanfaatkan tiga ruang kamarnya untuk berbuat mesum.

Tak semua pelanggannya sudah membawa pasangan. Terkadang ada juga pelanggan yang meminta dicari wanita untuk melayani nafsu bejat para lelaki hidung belang.

Terkadang, perempuan berusia 47 tahun itu juga menawarkan perempuan yang bisa ‘dipakai’ oleh pelanggannya lewat aplikasi pesan instan seperti WhatsApp, Messenger Facebook, dan Line.

WAJIB BACA :  Heboh di FB, Sampul Buku Anak Anak Berbau Mesum Ini Bikin Miris!

Dibantu Lili dan Harum, mereka bertiga juga sering mencari perempuan yang mau ‘dijual’ atau mau melayani para lelaki yang sudah jadi langganan Dewi.

Kepada polisi, Dewi menuturkan, dirinya mematok harga Rp 50 ribu sampai Rp 120 ribu untuk satu kali pakai kamar bilik cinta.

Tahanan Sewa Bilik Cinta

Dalam menjalankan bisnisnya, Dewi dibantu Lili warga Desa Sukasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, dan Harum warga Desa/Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis.

Baik Dewi maupun Harum, keduanya juga dikenal sebagai Ibu Rumah Tangga di tempat tinggalnya masing-masing. Tak ada yang menyangka jika keduanya merupakan asisten tempat sewa bilik cinta di Pangandaran.

Dewi dan Lili berperan sebagai penerima tamu dan penerima uang sewa bilik cinta. Ketiganya sukses menjalankan bisnis bilik cinta tersebut sampai 4 tahun lamanya.

‘Kesuksesan’ tiga ibu rumah tangga dalam menjalankan bisnis bilik cinta tersebut mengandalkan cerita dari mulut ke mulut. Banyak pelanggan Dewi yang selalu datang menyewa bilik cinta kemudian menceritakannya kepada rekannya yang lain. Alhasil pelanggan Dewi pun makin banyak.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Alternatif Yang Bisa Diambil Usai Jembatan Utama Menuju Pangandaran Ambruk !

Selain menyediakan tempat untuk mesum, Dewi juga menyediakan alat kontrasepsi dan obat kuat. Dewi sengaja menyediakan barang-barang tersebut sebagai bagian pelayanan juga agar pelanggannya tak perlu membeli di luar.

Namun, lama kelamaan warga sekitar rumah Dewi di Pangandaran rupanya gerah dengan bisnis yang dijalankan Dewi. Mereka melaporkan bisnis haram Dewi yang membuka sewa bilik cinta di Pangandaran tersebut. Itulah awal dari terciumnya bisnis bilik cinta yang dijalankan Dewi oleh aparat kepolisian.

Polisi rupanya dengan cepat merespon laporan warga. Dewi bersama kedua asistennya, Lili dan Harum pun digiring ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Ketiganya diciduk polisi dari Polsek Pangandaran. Mereka diciduk dari rumah Dewi di Padaherang, Pangandaran, yang tiga ruang kamarnya dijadikan sebagai bilik cinta.

AKBP Bismo Teguh Prakoso, Kapolres Ciamis, mengatakan, ketiga perempuan yang terlibat binis bilik cinta tersebut diciduk polisi dari rumahnya masing-masing.

“Pelaku ini menyewakan 3 ruangan kamar di rumahnya untuk para pelanggan. Sementara dua orang pegawainya berperan sebagai penerima tamu dan penerima pembayaran sewa kamar,” terang Bismo di Mapolres Ciamis, Senin (30/09/2019), seperti dilansir situs berita https://www.harapanrakyat.com/.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Dapat Iming Iming Uang, ABG 17 Tahun Akhirnya Mau Diajak 'Begituan' Anggota DPRD Fraksi PKS di dalam Mobil!

Bismo menuturkan, selain menyediakan bilik cinta untuk para pelanggannya berbuat mesum, Dewi juga menawarkan perempuan untuk melayani para pelanggannya.

“Mereka agar tidak ketahuan dan menjaga kerahasiaan bisnisnya menawarkan perempuan lewat WA, dan aplikasi pesan singkat lainnya,” katanya.

Dari tangan tersangka saat penggeledahan, polisi menemukan satu buah buku berisi catatan pelanggan Dewi, termasuk nama, waktu kunjung, dan pembayaran yang dilakukan. Selain itu ada juga sejumlah uang tunai, terdiri dari tiga lembar uang Rp 10 ribu, dan dua lembar uang Rp 50 ribu.

Bukan itu saja, polisi juga menemukan dua sachet kondom, satu tisu basah Super Magic dan juga obat kuat. Barang-barang ini dijual pelaku kepada para pelanggannya.

Dewi bersama kedua asistennya pun dijerat dengan pasal 296 jo 506 KUHP dengan ancaman kurungan penjara maksimal satu tahun empat bulan dan denda maksimal Rp 1000.

baca juga: Mesum di Kamar Mandi Masjid Depok, Sepasang Kekasih Kepergok Warga !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here