Ada Peristiwa EL Nino, Wilayah di Indonesia Kekeringan

El Nino ini memiliki dampak dibeberapa wilayah Indonesia yang mengakibatkan kekeringan. Simak informasinya.

Ada Peristiwa EL Nino, Wilayah di Indonesia Kekeringan
image
Beberapa wilayah di Indonesia banyak mengalami kekeringan.

Pada tahun 1600 nelayan Amerika Selatan menyadari periode air hangat yang luar biasa di Samudra Pasifik.

Saat itu nelayan Amerika Selatan menyebutnya El NiƱo de Navidad. 

Peristiwa El Nino adalah fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah. 
Pemanasan Suhu Muka Laut itu meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia. 
Contohnya kota Bogor, mempunyai julukan kota hujan wilayah tersebut mengalami kekeringan.
Adapun peristiwa La Nina merupakan fenomena yang berkebalikan dengan El Nino. 

Pada saat La Nina terjadi, Suhu Muka Laut (SML) di Samudera Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan di bawah kondisi normalnya.

Pendinginan Suhu Muka Laut ini mengurangi potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) peringatkan beberapa daerah terkena peristiwa El Nino.

Plt Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan.

Sejumlah daerah yang akan terkena cukup parah akibat El Nino.

Ada beberapa provinsi Sumatera bagian tengah hingga selatan. 

Riau bagian selatan, Jambi, Lampung, Banten, hingga Jawa barat.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati juga mengatakan pertanian akan menjadi sektor yang mengalami dampak paling serius karena Perubahan Iklim. 

Dan petani harus memiliki bekal ilmu pengetahuan untuk dapat memahami fenomena cuaca dan iklim beserta perubahannya.

"Jawa Barat ini banyak sawah, kalau mereka terkena dampak El Nino yang cukup parah.

Maka harus melakukan langkah siaga, seperti mengelola air hujan, atau memanen air hujan seperti di Sulawesi Tengah," tutur Ardhasena.

"Puncak kemarau kering ini diprediksi akan terjadi di bulan Agustus hingga awal bulan September.

Dengan kondisi akan jauh lebih kering dibandingkan tahun 2020, 2021 dan 2022," tutup Dwikorita Karnawati.

Sementara Kabid Humas Polda Jateng, Kombes. Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan untuk masyarakat agar berhati-hati.

Jawa Tengah mempunyai sejumlah gunung yang menjadi favorit para pendaki gunung. 

Di antaranya, Gunung Lawu, Merapi, Merbabu, Slamet, Sindoro, Sumbing dan Gunung Ungaran, 

ujar Kabid Humas Polda Jateng, Kombes. Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow