Fakta di Tangerang, Kasus Kekerasan Seksual pada Anak dan Perempuan Tinggi

Pemerintah Kabupaten Tangerang mencatat angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tinggi. Pada triwulan pertama tahun 2023 ini saja, kekerasan terhadap korban anak dan perempuan mencapai 49 kasus.

Fakta di Tangerang, Kasus Kekerasan Seksual pada Anak dan Perempuan Tinggi
Jumat, 17 Maret 2023 10:50 Reporter : Kirom
Fakta di Tangerang, Kasus Kekerasan Seksual pada Anak dan Perempuan Tinggi Ilustrasi kekerasan. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten Tangerang mencatat angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tinggi. Pada triwulan pertama tahun 2023 ini saja, kekerasan terhadap korban anak dan perempuan mencapai 49 kasus.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang, Yatemi, mengungkap kasus kekerasan seksual menjadi kasus tertinggi yang terjadi di triwulan pertama 2023. Dengan jumlah kasus dilaporkan 13.

taboola mid article

"Kasus tertinggi lainnya adalah pelecehan seksual dan KDRT fisik. Kemudian anak berhadapan dengan hukum sebanyak enam kasus, yaitu anak-anak pelaku tawuran," kata Yatemi, Jumat (17/3).

Di banding angka kasus kekerasan tahun 2022, pihaknya mencatat ada sebanyak 192 kasus. Dengan kasus kekerasan paling banyak dilaporkan adalah kekerasan seksual sebanyak 71 kasus.

2 dari 3 halaman

"Disusul kasus pelecehan seksual 37 kasus, KDRT fisik dan kekerasan fisik masing-masing sebanyak 20 kasus. Dan untuk anak berhadapan hukum (ABH) tercatat 9 kasus juga rata-rata tawuran," terang dia.

Sementara, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangerang Selatan, mencatat ada 43 kasus kekerasan perempuan dan anak pada triwulan pertama tahun 2023. Dengan dominasi kasus kekerasan paling banyak dilaporkan oleh anak-anak sebagai korban.

"Laporan kasus kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Kota Tangsel, yang masuk ke UPTD P2TP2A data pada Bulan Januari sampai Februari 2023 ada 43 kasus. Terdiri dari 18 kasus dengan korban perempuan dan 25 kasus dengan korban anak-anak," ucap Kepala P2TP2A Tangsel Tri Purwanto.

Lebih rinci, Tri menyebutkan dari 25 kasus kekerasan yang dialami anak-anak sebagai korban. Paling banyak dilaporkan adalah peristiwa kekerasan yang dialami anak laki-laki dengan jumlah 21 anak.

"Anak laki-laki 21 dan anak perempuan empat," jelasnya.

3 dari 3 halaman

Sementara berdasarkan tempat atau lokasi peristiwa kekerasan yang terjadi paling banyak terjadi di rumah tangga atau keluarga.

"Berdasarkan tempat kejadian di Rumah Tangga 15 kasus, di sekolah 9 kasus dan diruang publik 9 kasus," jelasnya.

Sedangkan berdasarkan wilayah kejadian di Januari-Februari 2023, ini paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Ciputat, sebanyak 12 kasus. Kemudian Ciputat Timur 7 kasus, Pamulang 7 kasus, Serpong 5 kasus, Pondok Aren 3 kasus, Serpong Utara 3 kasus, Setu satu kasus dan di luar Tangsel, empat kasus.

[cob]

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow