Golongan Manusia yang Dijumpai Rasulullah SAW saat Peristiwa Isra Miraj, Jadi Gambaran Balasan Bagi Tipe Manusia Semasa Hidup di Dunia

Dalam perjalanan Isra Miraj, Rasullullah Muhammad SAW menjumpai 11 golongan manusia yang memiliki karakter yang berbeda-beda.

Golongan Manusia yang Dijumpai Rasulullah SAW saat Peristiwa Isra Miraj, Jadi Gambaran Balasan Bagi Tipe Manusia Semasa Hidup di Dunia
image
Surabaya, SapaNusa- Isra Miraj yang diperingati Kamis (8/2) hari ini, merupakan peristiwa penting bagi umat islam.
Sebab, dalam peristiwa yang terjadi pada tanggal 27 Rajab tersebut, Rasulullah mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam.
Dalam laman kemenag.go.id disebutkan bahwa peristiwa Isra Miraj terbagi dalam dua peristiwa yang berbeda.

Dalam Isra, Nabi Muhammad SAW diberangkatkan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Kemudian Miraj, Rasulullah dinaikkan dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha.

Peristiwa Isra dan Miraj disebutkan dalam Surat Al-Isra ayat 1. Adapun bunyi ayat tersebut adalah sebagai berikut:

"Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS.Al-Isra:1).

Dalam perjalanan Isra Miraj, Rasullullah SAW menjumpai 11 golongan manusia yang memiliki karakter yang berbeda-beda.

Lantas, golongan seperti apa yang dijumpai Rasulullah dalam peristiwa tersebut?

Mengutip laman NU Online, Syekh Najmudin al-Ghaithi dalam kitabnya, Dardir Miraj, menyebutkan bahwa golongan pertama yang dijumpai Rasulullah adalah golongan orang yang memanen tanaman yang baru ditanam.

Setelah dipanen, tanaman tersebut tumbuh kembali. Dan begitu seterusnya hingga hasil panennya melimpah ruah.

Golongan ini adalah orang-orang yang gemar bersedekah. Sehingga hartanya tiak pernah habis karena Allah mengganti semua harta yang dia infakkan.

Selanjutnya, Rasulullah juga bertemu dengan golongan orang memiliki bau yang harum saat melewatinya.

Ketika ditanyakan pada Malaikan Jibril, lantas Jibril menjawab bahwa bau harum tersebut berasal dari keluarga besar Masyitah yang dimasak hidup-hidup oleh Fir‘aun karena tidak mau mengakuinya sebagai Tuhan.

Kemudian, Rasulullah juga melihat sekelompok orang yang kepalanya pecah dan kembali utuh secara berulang. Nabi begitu kasihan melihat pemandangan tersebut.

Menurut Jibril, orang-orang tersebut merupakan golongan orang yang kepalanya berat untuk melaksanakan salat fardhu sehingga urung menunaikannya.

Maka pada hari pembalasan, mereka mendapat siksaan seperti yang dilihat oleh Rasulullah.

Dalam peristiwa Isra Mirah, Nabi juga bertemu dengan sekelompok orang yang tengah memakan ohon dhari‘ (pohon kering dan berduri), zaqqum (tumbuhan yang rasanya pahit) dan batu yang panas.

Ternyata orang-orang tersebut merupakan golongan orang yang semasa hidupnya enggan bersedekah.

Para pezina yang lebih memilih perempuan lain daripada istrinya juga dijumpai Rasulullah. Mereka digambarkan seperti orang yang menggenggam daging empuk dan daging busuk. Namun, orang-orang itu justru memilih daging busuk.

Kemudian, Rasulullah juga menjumpai golongan orang yang seperti kayu yang berada di tengah jalan.

Ketika ada orang yang melewatinya, maka orang tersebut akan terbakar. Orang-orang seperti adalah golongan orang yang semasa hidupnya menjadi perampok atau begal.

Para pemakan harta riba juga dijumpai oleh Rasulullah. Di sana, orang-orang tersebut digambarkan seperti orang yang sedang berenang di sungai yang penuh darah.

Orang-orang yang rakus jabatan semasa di dunia juga diperlihatkan kepada Rasulullah dengan gambaran sedang memikul kayu bakar dipundaknya dan terus menambah jumlahnya meski mereka sudah tidak kuat lagi memikulnya.

Lalu, para Dai yang tidak mengamalkan ucapannya juga dijumpai Rasulullah dalam peristiwa Isra Miraj.

Mereka digambarkan seperti sekelompok orang yang lidah dan mulut mereka dipotong dengan menggunakan gunting besi. Setelah dipotong, mulut dan lidah mereka tumbuh seperti semula dan dipotong lagi.

Siksaan tersebut merupakan perumpamaan bagi para dai yang hanya mampu ceramah, namun tidak bisa mengamalkannya.

Rasulullah juga menjumpai kelompok orang-orang yang suka mengumpat perbuatan orang lain, tapi mereka juga melakukan perbuatan tersebut.

Mereka digambarkan sebagai orang-orang yang berkuku panjang dan terbuat dari tembaga. Kuku tersebut digunakan untuk mencakar wajah mereka sendiri.

Terakhir, dalam peristiwa Isra Miraj, Rasulullah juga menjumpai seekor sapi yang keluar dari sebuah lubang kecil. Namun, sapi itu tidak mampu kembali masuk ke lubang tersebut karena terlalu besar.

Menurut Jibril, itu adalah gambaran bagi golongan manusia yang suka melakukan provokasi sehingga menimbulkan masalah yang besar. Semoga, hikmah Isra Miraj bisa menjadi pembelajaran bagi kita. (*) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow