Usmar Ismail, Sosok yang Cukup Berpengaruh dalam Perfilman di Indonesia!

0
532
Usmar Ismail
copyright©Muspenkominfo

Google Doodle Hari Ini Peringati Ulang Tahun Usmar Ismail, Siapa Dia?

Indowarta.comGoogle Doodle hari ini Selasa (20/3/2018) kali ini merayakan ulang tahun ke-97 Usmar Ismail dalam ilustrasi vintage pria berkacamata dengan sebuah kamera perekam. Lantas siapa sebenarnya Usmar Ismail itu?

Mungkin sekilas nama Usmar Ismail memang terdengar familiar. Apalagi untuk kamu yang tinggal di Ibu Kota Jakarta, namanya juga menjadi salah satu gedung yakni Gedung Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail yang lokasinya di kawasan Jl H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Ya, Usmar merupakan sosok yang bisa di katakan paling berpengaruh di industri film Indonesia. Bapak Film Nasional, begitu panggilannya. Di sepanjang karier-nya, ia sudah menggarap lebih dari 30 film fi Tanah Air. Salah satu karyanya yang begitu fenomenal di jagat perfilman Tanah Air adalah film berjudul Darah dan Doa (The Long March of Siliwangi, 1950).

Baca juga: Lagi, Deddy Corbuzier Sebut Tontonan TV Ini Jadi Contoh Buruk!

Usmar Ismail
copyright©GoogleDoodel

Film Darah dan Doa merupakan adaptasi dari cerita pendek karya Sitor Situmorang. Kisahnya sendiri menceritakan Sudarto, seorng guru yang terseret revolusi fisik dana periode perpindahan TNI dari Yogyakarta ke Jawa Barat pada 1948. Film ini bahkan di sebut sebagai tonggak hidupnya di industri film Indonesia.

Berkat film ini juga, Presiden B.J Habibie dengan Dewan Film Nasional menetapkan Hari Film Nasional berdasarkan hari pertama syuting film Darah dan Doa.

Untuk memiliki karier yang gemilang di dunia perfilman Tanah Air, Usmar juga membutuhkan waktu yang lama. sebagai informas, Usmar pernah bersekolah HIS, MULO-B, AMS-A II Yogyakarta. Ia melanjutkan studi dengan memperoleh B.A. di bidang sinematografi dari Universitas California, Los Angeles, Amerika Serikat pada 1952.

Saat masa pendudukan Jepang, ia bergabung ke Pusat Kebudayaan. Di sanalah, ia mendirikan klub Sandiwara Penggemar Maya dengan beberapa tokoh seni kenamaan.

Baca juga: Ekspresi “Masam” Mona Ratuliu Lihat Kemesraan Ayu Ting Ting dan Raffi Ahmad!

Tak hanya itu, semasa hidupnya, ia juga aktif menjadi pengurus lembaga teater dan film. Beberapa organisasi juga telah ia ikuti, ia sempat menjadi ketua Badan Permusyawaratan Kebudayaan Yogyakarta (1946-1948), ketua Serikat Artis Sandiwara Yogyakarta (1946-1948), ketua Akademi Teater Nasional Indonesia, Jakarta (1955-1965), dan ketua Badan Musyawarah Perfilman Nasional (BMPN).

BMPN lah yang akhrinya mendorong pemerintah membentuh “Pola Pembinaan Perfilman Nasional” pada 1967. Usmar juga di kenal sebagai pendiri Perusahaan Film Nasional Indonesia bersama Djamaluddin Malik dan para pengusaha film lainnya dan ia menjadi ketuanya sejak 1954-1965.

Selain itu, Usmar Ismail juga sempat mendapatkan penghargaan bergengsi Piala Citra dalam filmnya yang berjudul Djam Malan dan Tamu Agung (1955) juga mendapatkan penghargaan Film Komedi Terbaik.

Baca juga Roy Kiyoshi, Host Karma ANTV Sekaligus Paranormal yang Takut Akan Masa Depan!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY