Jabar Hari Ini: Viral Aksi Berani Kades Indah di Subang

Beragam peristiwa terjadi di Jabar hari ini, Jumat (14/7/2023). Mulai dari ayah tiri perkosa 2 remaja di Kuningan hingga aksi viral kades Indah di Subang.

Jabar Hari Ini: Viral Aksi Berani Kades Indah di Subang
image
Bandung -

Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat (Jabar) hari ini, Jumat (14/7/2023). Mulai dari ayah tiri perkosa 2 remaja di Kuningan hingga aksi viral kades Indah di Subang.

1. Ayah Tiri Perkosa 2 Remaja Kuningan

Seorang pria di Kabupaten Kuningan, berinisial AW (45) harus menghadapi proses hukum. Dia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana anak di bawah umur. Korbannya adalah dua putri tirinya sendiri.

Saat dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolresta Kuningan, Jumat (14/7/2023), AW memakai baju tahanan berwarna biru. Dia hanya diam sembari menundukkan kepalanya. Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan ini tega menyetubuhi, melecehkan sampai membuat kedua anak tirinya trauma.

Kapolres Kuningan AKBP Willy Andrian mengatakan, aksi yang dilakukan AW tak hanya sekali, melainkan berulang kali. Dari hasil penyelidikan, pelaku sudah melancarkan perbuatannya sejak 2012-2017. Korbannya anak tiri pertama. Sedangkan si adik harus merasakan pahitnya dicabuli ayah sambungnya sendiri selama kurun waktu 2020-2023.

Willy menyebut bakal menindak tegas pelaku lantaran sudah menyetubuhi anak di bawah umur. Apalagi perbuatan keji tersebut dilakukan saat usia korban masih remaja.

"Bapak tiri melakukan persetubuhan terhadap anaknya sejak 2012-2017, kemudian 2020-2023. Ada dua korban. Korban pertama masih berumur 14 tahun dan yang kedua 13 tahun. Setelah menerima laporan, kita melakukan penyelidikan. Kemudian kami berhasil menangkap tersangka," kata Willy kepada awak media.

Kasus ini bermula saat salah satu korban berani mengadukan pengalaman buruknya kepada guru ngajinya. Lalu curhatan itu disampaikan kepada ibu kandung korban.

Awalnya korban enggan melaporkan kejadian ini. Sebab, AW kerap mengancam dan nekat melakukan tindakan kekerasan jika kedua korban melaporkan tindakan bejat tersebut.

"Pelaku memaksa korban. Dilakukan pada saat ibunya sedang di rumah, karena bekerja. Korban diancam dan sempat mengalami tindakan kekerasan. Jadi dari korban baru melaporkan karena awalnya merasa takut. Akhirnya dia sekali waktu curhat ke guru ngaji," jelas Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Anggi Eko Prasetyo.

Pernikahan ibu kandung korban dengan pelaku sudah terjalin sejak 2010 silam. Namun, selama itu dia tidak mengetahui perlakuan bejat suaminya. Anggi menuturkan, korban kini harus menjalani proses trauma healing karena sudah mendapatkan tindakan tersebut yang tak terhitung jumlahnya.

Akibat perbuatannya, AW dijerat Pasal 76D UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Pasal 81 ayat (1), ayat (2), ayat (3) dan ayat (5) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU. Hukuman terberatnya adalah kurungan penjara selama 20 tahun.

2.Viral Kades Indah Lawan Pria gegara Perbaikan Jalan di Subang

Aksi berani dilakukan oleh seorang aparatur desa wanita kepada warga yang menolak perbaikan jalan desa. Video aksi tersebut pun viral di media sosial TikTok dan menyedot perhatian warganet.

Dilihat detikJabar pada Jumat (14/7/2023), video viral yang diunggah oleh akun TikTok @nengkades tersebut sudah ditonton sebanyak 1,4 juta, dengan bertuliskan keterangan 'Miris, Jalan rusak yg mau dibangun malah di tolak dan mengatasnamakan masyarakat'.

Saat ditelusuri, peristiwa tersebut terjadi di Desa Ciasem Baru, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Dari dalam video, terlihat seorang mengaku sebagai warga sekitar yang menolak dan memprotes akan perbaikan jalan yang berada di Desa Ciasem Baru.

"Ini harusnya kemauan masyarakat bukan kewenangan situ, walaupun kamu punya hak masyarakat juga punya hak. Kamu harusnya ngikutin masyarakatnya," kata salah satu warga dalam video yang menolak perbaikan jalan.

Mendengar perkataan dari seorang warga tersebut, terdapat seorang wanita dengan berseragam dinas lengkap pemerintahan, terlihat langsung berdebat bersama warga yang memprotes perbaikan jalan.

"Mana masyarakat coba kumpulin, sini datangin masyarakatnya. Masyarakatnya enggak ada yang ngomong ke saya masalahnya," timpal wanita tersebut kepada warga yang protes.

Setelah video viral di medsos, aksi dari wanita berseragam dinas pemerintahan pun menuai banyak pujian dari warganet.

"Maju terus Bu, saya dukung ibu. Ciasem tanah kelahiran ku," kata akun @marseltea di dalam komentar postingan itu.

"Maju terus BU kades jangan sampai kendor demi kepentingan masyarakat, ... subang maju" tulis akun @kikilutpi.

Nyatanya, di dalam video viral itu yakni Indah Aprianti (28) yang merupakan Kepala Desa Ciasem Baru. Saat dikonfirmasi, Indah mengatakan penolakan perbaikan jalan yang mengatasnamakan warga itu terjadi terjadi pada Selasa (11/7) lalu.

"Para pekerja sudah mulai bekerja memasang papan bekisting, tiba-tiba beliau datang dan menghentikan pekerja dengan alasan warga tidak setuju jalan dibangun kalau lebarnya hanya 3 meter," ujar Indah saat dihubungi detikJabar.

"Sedangkan untuk menentukan suatu pekerjaan dilakukan dulu yang namanya Musyawarah Desa (Musdes), dan di dalam Musdes itu sendiri sudah ditentukan bahwa lebarnya itu 3 meter," sambungnya.

Meski sempat mendapatkan penolakan dari warga, pihak Pemerintah Desa Ciasem Baru tetap menjalankan perbaikan jalan dan sudah melakukan musyawarah hingga sepakat perbaikan tetap dilanjutkan.

"Ternyata warga juga setuju tetap dilaksanakan pembangunan dengan lebar 3 meter, dan menandatangani berita acara. Namun saya juga tidak mau gegabah dan tetap menghargai beliau sebagai warga saya, setelah kejadian di video yang saya kirim barusan saya mengumpulkan warga setempat untuk berembuk dan bermusyawarah baiknya seperti apa," pungkasnya.

3.Kecelakaan di Jalan Raya Bandung-Cianjur

Seorang pemotor tewas usai tergelincir dan menabrak mobil di jalan Raya Bandung, Desa Hegarmanah, Kecamatan, Karangtengah, Cianjur, Jumat (14/7/2023).

Informasi yang dihimpun detikJabar, kecelakaan itu bermula ketika Mujiana Paherji (28) yang mengendarai sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi F 4257 ZG melaju dari arah Cianjur menuju Bandung pada Jumat pagi.

Mujiana yang diketahui merupakan pegawai pabrik itu kemudian tergelincir saat memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.

"Sepeda motor korban tergelincir di kawasan Desa Hegarmanah. Pengendaranya terpental ke arah kanan ke lajur berlawanan," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Cianjur Iptu Hadi Kurniawan.

Di saat bersamaan, melaju sebuah mobil bernomor polisi D 1218 SAP yang dikemudikan Rudi (25). Tubuh Mujiana yang terpental usai sepeda motornya tergelincir itupun tertabrak mobil yang dikemudikan Rudi.

"Pemotor tersebut tertabrak mobil yang melaju dari arah berlawanan hingga terseret ke depan," kata dia.

Akibat kejadian tersebut, lanjut dia, pengendara sepeda motor tewas sesaat setelah kejadian. "Korban meninggal satu orang dan sepeda motor serta mobil mengalami kerusakan," kata dia.

Hadi menyebut dari hasil penyelidikan sementara dan pemeriksaan saksi-saksi, kecelakaan maut itu disebabkan pemotor yang kurang hati-hati dan kurang waspada.

"Dugaan sementara pemotor tersebut tidak bisa menguasai laju kendaraannya. Sehingga terjadi kecelakaan yang menewaskan pemotor tersebut," pungkasnya.

4. Bocah Tasik Tenggelam di Kolam Bekas Galian

Seorang bocah perempuan ditemukan meninggal dunia di sebuah kolam bekas galian C di Kampung Bencing, Kelurahan Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jumat (14/7/2023) pagi.

Diduga anak bernama Adiba Khaira Azzahra (8), warga Kampung Leuwikidang, Kelurahan Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari ini meninggal akibat tenggelam saat berenang di kolam tersebut.

Salah seorang saksi, Yusuf (70) yang warga setempat, mengatakan pagi itu dirinya melintas di dekat lokasi galian C tersebut. tiba-tiba ada beberapa bocah yang memanggil meminta tolong.

"Anak-anak itu bilang ada temannya yang tenggelam. Saya langsung ke sana ternyata benar, saat dibawa dari dasar kolam sudah tak sadar," kata Yusuf.

Saat ditepikan, korban dalam keadaan tak sadarkan diri. Setelah itu, Yusuf segera meminta bantuan warga untuk membawa anak itu ke Puskesmas Bungursari.

Akibat lokasi yang jauh dari permukiman, kondisi Yusuf yang tergolong lanjut usia dan hujan membuat proses evakuasi ke Puskesmas sedikit terhambat. Setelah warga berdatangan, baru korban dibawa ke Puskesmas. Tapi tim medis menyatakan siswi kelas 2 SD itu meninggal dunia. "Yang berenang di sana ada sekitar 5 orang anak-anak," ujar Yusuf.

Kapolsek Indihiang Kompol Iwan mengatakan korban meninggal dunia diduga akibat tenggelam. "Ya korban adalah anak perempuan usia 8 tahun, saat dibawa ke Puskesmas sudah meninggal dunia. Hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan adanya luka yang mencurigakan. Sehingga dugaan sementara korban meninggal dunia akibat tenggelam saat bermain di kolam," ucap Iwan.

Usai diperiksa, jasad korban diserahkan kepada pihak keluarga yang sudah pasrah menerima kejadian itu sebagai musibah.

Pantauan detikJabar di lokasi kejadian, kolam bekas galian C itu memiliki luas sekitar 200 meter persegi. Airnya jernih karena air berasal dari cai nyusu atau mata air alami. Kedalaman di tepian dangkal, namun pada bagian tengah menurut warga hampir 2 meter. Lokasinya pun jauh dari pemukiman warga.

Salah seorang warga setempat Dedi (55) mengatakan kolam ini sudah ada sejak 2 tahun silam saat area ini jadi lokasi galian pasir.

"Airnya jernih, jadi anak-anak banyak yang datang bermain ke sini. Mereka datang dari mana-mana, dari kampung-kampung sekitar sini," ungkap Dedi.

Terlebih saat waktu liburan sekolah seperti sekarang. Kolam itu seakan menjadi wahana hiburan bagi anak-anak.

Dedi sendiri mengaku dia kerap kali menegur anak-anak yang sedang asyik berenang di kolam itu. Terlebih katanya, saat itu memang cuaca sedang hujan dan masih pagi. "Ya pasti tak ada orang lewat, mana hujan, masih pagi lagi," ucap Dedi.

Pihak kepolisian sendiri sudah memasang garis polisi di kolam bekas galian C tersebut. Sementara itu, Camat Bungursari Sodik Sunandi mengingatkan agar para pemilik lokasi tambang pasir atau galian C memperhatikan kewajiban melakukan reklamasi.

"Pengusaha galian C harus ingat sebelum menggali ada komitmen dengan warga, diantaranya agar memperhatikan jalan lingkungan, termasuk reklamasi dan penghijauan. Mungkin ini terabaikan oleh pengusaha," kata Sodik.

Dia menekankan kejadian agar menjadi pelajaran, apalagi kejadian serupa sudah beberapa kali terjadi. "Ini harus jadi pelajaran, jangan sampai terulang lagi. Terakhir kejadian itu tahun 2021 ada," ujar Sodik.

Sodik mengaku akan segera memerintahkan seluruh Kasi Trantib di semua kelurahan untuk menginventarisasi lokasi galian C yang banyak terdapat di wilayah tersebut.

"Inventarisasi semuanya, kalau sudah tak digunakan, wajib reklamasi, diurug (ditutup) saja," tutur Sodik.

5. Pengakuan Dede Pembunuh Kelas Kakap

Bang Jago kembali beraksi. Kali ini aksi premanisme bikin heboh warga Garut. Terekam aksi seorang pria berjaket kulit hitam, menenteng pistol dan senjata tajam sembari mengancam seorang gadis remaja.

Video aksi premanisme berdurasi 1 menit 23 detik itu, ramai dibahas di media sosial. Di bagian awal video, pria itu terlihat hanya mencak-mencak. Dia terlihat serius sembari mengungkap sumpah-serapah kepada perekam video.

Sejurus kemudian, pria yang berpenampilan sangar ini langsung melancarkan aksinya. Layaknya seorang jawara, pria tersebut kemudian membuka jaket kulitnya dan mencabut sebuah senjata tajam.

Di pertengahan video, terlihat jika sang pria ini membawa benda menyerupai pistol. Pria itu mencak-mencak lagi sambil mengarahkan pistol ke arah perekam video. Bahkan, kepada perekam video, dia mengaku sebagai seorang pembunuh yang sohor di Garut.

Kejadian tersebut berlangsung di Desa Dangiang, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, pada Rabu (12/7/2023) sekitar 13.30 WIB.

Warga setempat pun langsung melapor ke polisi dengan bukti video tersebut. Hanya butuh waktu sekitar 2 jam setelah kejadian, Bang Jago itu dibuat tak mampu berkutik usai diringkus.

Ialah Dede (32), pria sok jagoan yang sekarang tertunduk sambil menjalani pemeriksaan di Polsek Banjarwangi. Ternyata, Dede cuma seorang pria pengangguran.

Awal mula kejadian yakni saat korban, seorang gadis berumur 23 tahun, inisial MU hendak ke kantor, bersama seorang rekannya dengan menggunakan sepeda motor. Di lokasi kejadian, ada Dede.

Entah apa alasannya, tanpa basa-basi, Dede langsung mengadang MU dan rekannya, kemudian melakukan aksi pemalakan. Rupanya, memang Dede berlagak jadi pembunuh berdarah dingin untuk merampok.

"Tersangka merampas dua buah tas milik korban, sambil mengancam korban dengan badik," kata Kapolsek Banjarwangi Iptu Amirudin Latif.

Dari tangan Dede, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya adalah sebilah badik, dan pistol yang digunakan untuk mengancam korban. Polisi mengkonfirmasi jika pistol tersebut berjenis airsoft gun setelah didalami.

Seperti dilihat detikJabar, pistol itu diketahui berwarna hitam, dengan gagang plastik berwarna cokelat. Jika dilihat oleh masyarakat awam, pistol ini memang berbentuk sangat identik dengan senjata api berjenis Revolver. Apalagi, senjata itu dilengkapi peluru.

Polisi juga mendapatkan sejumlah informasi dari hasil pemeriksaan Dede. Di antaranya adalah, Dede mengaku sudah empat kali masuk bui. "Menurut pengakuannya, dua kali masuk penjara karena berkelahi, dua kali masuk penjara karena narkoba," kata Amir.

Akibat perbuatannya, Dede dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan Juncto UU RI Nomor 12 Tahun 1951 atau Undang-undang Darurat, dengan ancaman hukuman 12 tahun.

(aau/yum)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow