Setahun, Ratusan Nyawa Melayang di Jalanan Kabupaten Mojokerto, Angka Pelanggaran Lalu Lintas Naik, Simak Detail Penjelasan Kapolres di Sini!

ANGKA kecelakaan lalu lintas di Bumi Majapahit mengalami peningkatan signifikan. Ini seiring dengan melonjaknya jumlah pelanggaran lalu lint

Setahun, Ratusan Nyawa Melayang di Jalanan Kabupaten Mojokerto, Angka Pelanggaran Lalu Lintas Naik, Simak Detail Penjelasan Kapolres di Sini!
image

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto — Angka kecelakaan lalu lintas di Bumi Majapahit mengalami peningkatan signifikan. Ini seiring dengan melonjaknya jumlah pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pengguna jalan di sepanjang tahun 2023.

Polres Mojokerto mencatat, peristiwa kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tahun ini meningkat dibanding tahun lalu.

Pada 2022 hanya terjadi 938 peristiwa dan kini meningkat menjadi 1.010 kejadian. Artinya, terjadi peningkatan 72 kasus atau naik 7,6 persen dibanding tahun sebelumnya.

”Dari data hasil analisa kami, laka lantas di tahun 2023 mengalami kenaikan jumlah perkara,” terang Kapolres Mojokerto AKBP Wahyudi.

Kendati begitu, angka fatalitas kecelakaan tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Pada 2022, sebanyak 179 nyawa melayang akibat kecelakaan. Sedangkan pada tahun 2023, 161 orang meninggal di jalan.

”Tahun ini korban meninggal dunia dan luka berat akibat kecelakaan mengalami penurunan. Ini berkat analisa dan upaya preventif yang kami lakukan berkaca dari tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Pada 2023, tercatat 8 pengguna jalan menderita luka berat sedangkan tahun lalu sebanyak 12 orang harus dirawat intensif di rumah sakit.

Kerugian material akibat kecelakaan, lanjut Kapolres, mengalami peningkatan sekitar 50 persen seiring melonjaknya insiden kecelakaan.

”Kerugian materi yang ditimbulkan ada kenaikan juga. Dari tahun lalu Rp 1.205.000.000 menjadi Rp 1.810.800.000,” sebut Kapolres.

Hal tersebut tak lepas dari meroketnya jumlah pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pengguna jalan yang membandel.

Bahkan, kenaikan terjadi sekitar 350 persen. Pada tahun 2022, tercatat  39.351 pelanggaran sedangkan tahun ini melonjak menjadi 137.447 pelanggaran lalu lintas.

Melihat fenomena ini, kata Wahyudi, Kors Bhayangkara tak tinggal diam. Salah satunya, lewat upaya penekanan pelanggaran lalu lintas secara humanis yang dilakukan sepanjang tahun.

”Tahun 2023 kita lebih banyak lakukan teguran yang sifatnya preemtif dan edukatif. Sehingga jumlah penindakan tilang justru menurun,” bebernya. 

Itu dibuktikan dengan penindakan teguran yang meningkat sekitar 490 persen yang dilakukan korps sabuk putih sepanjang 2023. Yang tahun lalu hanya tercatat 27.046  teguran, di tahun ini petugas melakukan penindakan teguran sebanyak 132.197.

”Mudah-mudahan di tahun 2024 pelanggaran bisa menurun setelah tahun ini kita sentuh psikologis para pelanggar lewat teguran yang menyentuh hati. Sehingga diharapkan timbul tingkat kesadaran yang tinggi terhadap ketertiban berlalu lintas,” tandas Wahyudi. (vad/ron)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow