“Ucapan Ahok Soal Al Maidah Berdasarkan Pengalaman Pribadi”

0
707
sidang ahok
Copyrigth©Twitter

“Ucapan Ahok Soal Al Maidah Berdasarkan Pengalaman Pribadi”

Indowarta.com – Saksi ahli pertama, Prof. Dr. Rahayu Surtiati yang memberikan keterangan pada sidang lanjutan untuk kasus dugaan penodaan agama, menganggap bahwa Surat Al – Maidah ayat 51 tidaklah sebuah kebohongan. Tetapi, Rahayu melihat siapa saja yang dapat menggunakan hal apapun guna membohongi orang lain.

“Saya bukan ahli agama Islam, tapi menurut saya, Surat Al-Maidah 51, sebuah surat dalam Al-Quran, bukan merupakan kebohongan. Tetapi, orang bisa pakai apa saja untuk membohongi,” ucap Rahayu ketika berada di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang berada di auditorium Kemnterian Pertanian, Jakarta Selatan, pada Selasa (21/3).

Dari sudut pandang Rahayu mengenai hal tersebut ia akui setelah menjelaskan penggalan ucapan terdakwa mengenai kasus ini, yaitu Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang mengatakan “Jangan mau dibohongi pakai Surat Al-Maidah 51, macam-macam itu”

Rahayu sendiri yang menjadi saksi ahli yang di BAP oleh pihak kepolisian meneliti jika ucapan dari Ahok lewat video rekaman yang menampakkan kunjunga kerja Ahok ketika berada di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, yang berdurasi satu jam 40 menit lebih.

Rahayu juga menuturkan jika menurutnya, ucapan yang dilontarkan oleh Ahok dalam video kunjungan kerja itu menggunakan bahasa Indonesia dengan logat Betawi. Sehingga ada subyek serta objek yang tidak disebutkan saat ucapan tersebut disampaikan secara lisan.

sidang ahok
Copyrigth©Twitter

Ia juga menuturkan bahwa ucapan dari terdakwa mengenai jangan mau dibohongi pakai Surat Al – Maidah 51 berasal dari pengalaman pribadi Ahok sendiri. Itu dapat diketahui dengan mendengar permulaan kata dari kalimat Ahok yang menuturkan “ Saya mau cerita”.

Sidang Ahok kali ini tim kuasa hukum Ahok rencananya akan menghadirkan 3 saksi dari kalangan akademisi guna meringankan berkaitan dengan kasus penistaan agama. Dalam sidang sebelumnya, tim kuasa hukum calon gubernur DKI Jakarta tersebut telah menghadirkan sejumlah saksi fakta.

Mereka menghadirkan pegawai negeri sipil Kabupaten Belitung yang bernama Juhri, juga ada Suyanto yang pernah bekerja sebagai sopir di keluarga Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Belitung Timur, juga seorang teman lama dari terdakwa bernama Fajrun, yang berasal dari Dusun Lenggang, Bangka Belitung.

BACA JUGA Berita Terkini: Harus Selesai Sebelum Puasa, Sidang Ahok Siap digelar Seminggu 2 Kali!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here