Iuran BPJS Kesehatan Ini Bingungkan Pegawai!

0
678
BPJS Kesehatan
Copyright©bidikbanten

Iuran BPJS Kesehatan Ini Bingungkan Pegawai!

Indowarta.com – Pegawai dibingungkan dengan iuran BPJS Kesehatan, seperti yang dialami Rozi yang merupakan karyawan swasta. Setiap bulan ia ikut menanggung iuran BPJS yang dibayarkan oleh perusahaan.

Istrinya yang bekerja di perusahaan lain juga membayar iuran BPJS. Rozi bingung soalnya iuran BPJS Kesehatan dirinya juga ditanggung oleh sang istri. Potongan iuran BPJS sang istri termasuk untuk dirinya dan dua anak mereka nilainya mencapai Rp 200 ribu.

Rozi ada dua iuran, namun yang data digunakan hanya satu, kelas tertinggi. Ia sempat menanyakan soal iuran itu ke BPJS Kesehatan, namun jawabannya aturannya seperti itu.

Lain lagi yang dialami oleh Riri yang juga seorang pekerja swasta. Dirinya ingin didaftarkan perusahaan ke BPJS, permohonannya itu di tolak lantaran dirinya sudah terdaftar di BPJS tanggungan sang suami.

BPJS Kesehatan
Copyright©bidikbanten

Menanggapi dobel bayar iuran, Nyoman Wiwiek Yuliadewi, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin, dalam aturan disebutkan setiap orang yang menerima upah atau gaji wajib menjadi peserta jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di BPJS Kesehatan.

Pembayaran iuran dilakukan dengan langsung memotong gaji dan sebagian iuran dibayarkan pemberi kerja. Hal itu berlaku bagi karyawan swasta maupun nasional. Dengan aturan itu, jika ada suami istri sama-sama pekerja maka keduanya membayar iuran.

Ini sesuai dengan Peraturan Presiden tentang jaminan kesehatan dimana setiap pekerja yang menerima upah wajib menjadi peserta JKN dan juga sesuai prinsip kegotongroyongan. Dengan prinsip gotng royong, prinsip dasarnya iuran yang dibayar perusahaan dimanfaatkan untuk membantu peserta lain yang klaimnya tinggi.

Manfaat yang didapat peserta, jika terjadi kasus seperti itu adalah apabila salah satu dari suami atau istri mendapatkan pelayanan rawat inap maka akan mendapatkan hal kelas rawat inap tertinggi yang menjadi hak dari salah satu peserta.

Menurutnya jika ada yang tidak dibayarkan perusahaan lantaran alaan sudah ditanggung suami atau istri, menurutnya itu malah salah. Karena itu kewajiban dari perusahaan mendukung prinsip gotong royong.

Adanya aturan itu menjadikan penarikan iuran dobel. Dan, ini banyak dialami pasangan suami istri yang bekerja. Meski memiliki kartu dobel, saat memanfaatkan layanan tidak bisa dobel, namun harus tetap memilih salah satu kartu yang akan digunakan.

Biasanya yang dipilih adalah kartu dengan pelayanan fasilitas kelas layanan lebih tinggi, sedangkan sau kartu dimanfaatkan, meski iurannya terus dibayarkan.

Baca Juga BPJS Kesehatan Siap Hadir di Semua Klinik Kota Depok!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here