Dirut ADCP Klaim 3.000 Konsumen Apartemen LRT City Sudah Terima Unit, Banyak yang Masih Menunggu

Jul 26, 2026 - 11:50
 0  2
Dirut ADCP Klaim 3.000 Konsumen Apartemen LRT City Sudah Terima Unit, Banyak yang Masih Menunggu

PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), pengembang Apartemen LRT City, mengklaim bahwa sebanyak 3.000 unit dari 12 proyek apartemennya telah diserahterimakan kepada konsumen. Namun, masih banyak konsumen yang belum menerima unit dan mengalami kesulitan dalam pengembalian dana (refund) akibat kondisi keuangan perusahaan yang memburuk.

Ad
Ad

Serah Terima Unit Apartemen LRT City

Direktur Utama ADCP, Indra Syahruzza, menyampaikan pada pertemuan mediasi dengan konsumen di Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Jumat (24/7/2026), bahwa sebanyak 3.000 unit apartemen di proyek LRT City telah diserahterimakan dan dihuni oleh konsumen.

"Ada yang berhasil, Pak, 3.000 (unit). Jadi, mereka sudah tinggal di sana,"

Proyek yang sudah berhasil melakukan serah terima unit berada di Apartemen LRT City Jatibening, Sentul, dan Bekasi (Eastern Green). Namun, masih banyak konsumen dari proyek lain seperti Ciracas, Tebet, Cibubur, dan Oase Park yang belum bisa mendapatkan unit mereka.

Penyebab Mangkraknya Beberapa Proyek

Indra menjelaskan beberapa faktor yang menyebabkan mangkraknya sebagian proyek, di antaranya:

  • Masalah keuangan perusahaan yang memburuk
  • Dampak pandemi Covid-19 yang menghambat pembangunan dan permintaan pasar
  • Tingkat permintaan yang tidak merata antar proyek
  • Ekspansi yang terlalu besar tanpa pendanaan yang memadai

"Itu sebenarnya akumulasi Pak, pendanaan itu. Ada yang ekspansinya terlalu besar. Kemudian demand yang nggak menentu, udah Covid, dan lain-lain,"

Sulitnya Refund dan Upaya Mendapatkan Investor

Meskipun konsumen yang belum menerima unit masih banyak, ADCP mengaku tidak mampu mengembalikan dana konsumen karena kondisi keuangan yang sangat buruk dan cash flow negatif.

"Kondisi keuangan ADCP saat ini kan sudah sangat buruk. Mau refund juga susah. Kondisinya cash flownya negatif," ungkap Indra dalam pertemuan tersebut.

ADCP mengaku tengah dalam proses mendekati beberapa investor dari China dan lokal untuk mendapatkan pendanaan agar proyek dapat dilanjutkan. Namun, kesepakatan masih dalam tahap Memorandum of Understanding (MoU) dan belum final.

"Ada beberapa sih (investor). Ada yang dari China, Indonesia. Itu masih tahap inisiasi, masih di MoU. Ada 2 lokal, jadi sekitar 3-4 investor," kata Indra kepada detikcom.

Mereka menargetkan investasi bisa masuk dalam waktu 3 hingga 6 bulan ke depan. Indra juga meyakinkan bahwa harga unit tidak akan naik meskipun ada investor baru karena telah diatur dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB).

Reaksi Konsumen dan Solusi Sementara

Berdasarkan data, jumlah konsumen yang belum menerima unit diperkirakan mencapai 2.400 orang dari berbagai proyek. Mereka masih berjuang agar mendapatkan unit atau dana refund.

Kementerian PKP yang memediasi kasus ini menyatakan bahwa refund sangat sulit dilakukan. Sebagai solusi sementara, ADCP bersedia menyediakan unit kosong (ready stock) sebagai tempat tinggal sementara bagi konsumen yang belum menerima unit, namun dengan keterbatasan stok dan belum ada kepastian sistem penyerahan maupun lokasi.

"Kesepakatan yang pertama adalah minta ganti rugi unit, sambil menunggu penyelesaian. Bukan sewa, dikasih unit lain yang ready stock. Tapi itu tergantung ketersediaan," ujar Inspektur Jenderal Kementerian PKP, Heri Jerman.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, klaim ADCP yang menyatakan telah menyerahkan 3.000 unit apartemen memberikan gambaran yang cukup positif di tengah kompleksitas masalah yang dihadapi. Namun, fakta bahwa ribuan konsumen lain masih menanti unit dan refund tidak memungkinkan menunjukkan adanya risiko besar dalam pengelolaan proyek properti skala besar di Indonesia, terutama saat menghadapi tekanan finansial dan pandemi.

Situasi ini juga menyoroti perlunya regulasi yang lebih ketat dan pengawasan dari pemerintah agar pengembang tidak mengambil ekspansi berlebihan tanpa pendanaan yang kuat, sehingga konsumen tidak dirugikan. Keterlibatan investor asing dan lokal memang bisa menjadi jalan keluar, namun keberhasilan negosiasi dan transparansi penggunaan dana investasi menjadi kunci penting ke depan.

Masyarakat dan calon pembeli properti harus mewaspadai risiko proyek mangkrak dan memastikan legalitas serta rekam jejak pengembang sebelum melakukan pembelian. Sementara itu, Kementerian PKP dan pihak terkait perlu terus melakukan pengawasan dan memberikan solusi jangka panjang agar kepercayaan publik terhadap pasar properti tetap terjaga.

Untuk update terbaru mengenai kondisi Apartemen LRT City dan proses investasi ADCP, pembaca dapat mengikuti perkembangan berita di detikProperti dan media resmi pemerintah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad